Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Lurah Lewoleba Barat Pimpin Warga Amankan DAS dengan Tanam Palm

Alexander P. Taum
23/1/2021 14:36
Lurah Lewoleba Barat Pimpin Warga Amankan DAS dengan Tanam Palm
Lurah Lewoleba Barat Pimpin Warga Amankan Sempadan DAS dengan Menanam Palm(MI/Alexander P. Taum)

LURAH Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Yohanes Layar, Sabtu (23/1/2021) pagi, memimpin warga di 3 Rukun Warga (RW) guna mengamankan sempadan Daerah Aliran Sungai (DAS) Waikomo, dengan memanfaatkan tingginya curah hujan.

Pengamanan sempadan DAS tersebut dilaksanakan dengan menanam Palm hutan. Tanaman berakar serabut tersebut dipandang dapat menahan laju kerusakan sempadan DAS, terutama akibat banjir yang terus menerjang.

Lurah Lewoleba Barat, Mikael Layar menjelaskan, Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kontur berpasir ini kerap runtuh jika dialiri banjir bandang.

Bahkan, Akibat kontur tanah sempadan yang berpasir itu, Banjir bandang yang menerjang DAS Waikomo 2 tahun silam meruntuhkan ruas jalan utama yang menghubungkan Terminal Barat menuju Pasar Pada, di wilayah Kelurahan Lewoleba Barat itu. Hingga saat ini ruas jalan di sisi DAS Waikomo itu masih dibiarkan terbengkelai.

''Saat ini kita mememanfaatkan tingginya curah hujan dengan menanam tanaman pelindung sempadan seperti pohon palm hutan. Dengan akar serabutnya, kita percaya tanaman ini dapat menahan laju kerusakan di DAS Waikomo,'' ujar Mikael Layar di hadapan ratusan warga Kelurahan Lewoleba Barat.

Lurah kemudian meminta warga untuk mulai menanam tanaman palm hutan yang disumbangkan oleh Wakil Ketua 1, DPRD Lembata, Fransiskus Gewura. Warga tampak bersemangat menanam tanaman palm hutan tersebut di sepanjang sempadan DAS terutama di sisi kiri dan kanan Jembatan Waikomo.

Rina Lasar, warga RT 45, RW 015, Kelurahan Lewoleba Barat dalam kesempatan itu mengapresiasi inisiatif Lurah Lewoleba Barat, Mikael Layar mengarahkan kegiatan di DAS Waikomo tersebut. Namun, disebutkannya, kegiatan serupa harus terus digalakkan, agar DAS Waikomo tidak menjadi ancaman serius bagi fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, terminal dan pasar yang sudah dibangun pemerintah.

''Kita minta agar kegiatan seperti ini terus dilakukan, tetapi diperbanyak tanaman pelindung sempadan DAS ini. Sebab, banyaknya partisipasi warga tidak sebanding dengan ketersediaan tanaman yang hendak ditanam,'' ujar Rina Lasar. (PT/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya