Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN Gunung Merapi, beberapa gunung berapi di Indonesia mengalami erupsi belakangan ini, seperti Sinabung, Semeru, Ili Lewotolok, Dukono, Ibu, dan Raung. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menjelaskan, erupsi Gunung Merapi saat ini tidak memengaruhi aktivitas gunung berapi yang lainnya di Indonesia.
"Tidak ada keterkaitan (erupsi) antara gunung api yang satu dengan gunung api yang lain," jelas Hanik dalam konferensi pers lewat daring, Jumat (22/1).
Hanik pun menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung berapi yang sangat banyak, yaitu 127 gunung berapi. Di Indonesia, dalam setahun biasa terjadi beberapa gunung berapi mengalami erupsi.
"Dalam setahun, di Indonesia (paling tidak) ada lima atau enam gunung berapi yang erupsi," jelas
Bahkan, erupsinya bisa terjadi secara bersamaan. Hanik pun menegaskan, erupsi yang terjadi di beberapa gunung berapi di Indonesia tidak memiliki kaitan satu dengan yang lainnya.
baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Didominasi Guguran Lava Pijar
Untuk Gunung Merapi, lanjut Hanik, fase erupsi 2021 sudah terjadi sejak 4 Januari 2021. Status Gunung Merapi saat ini pun masih berada pada level Siaga. Sejak 7 Januari sampai 21 Januari 2021, Gunung Merapi telah meluncurkan 25 kali awan panas. Aktivitas erupsi berupa guguran lava dan awan panas sejauh maksimal 1800 m dan dominasi luncuran sekitar 500 meter. (OL-3)
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved