Jumat 22 Januari 2021, 21:50 WIB

Satgas Covid Sikka Mulai Tertutup kepada Wartawan

Gabriel Langga | Nusantara
Satgas Covid Sikka Mulai Tertutup kepada Wartawan

MI/Gabriel Langga
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sikka, Muhamad Daeng Bakir

 

SATGAS Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai tertutup kepada wartawan. Padahal semula, Satgas covid-19 sangat terbuka memberikan informasi kepada wartawan terkait perkembangan kasus covid-19 di sana

Kini, memasuki tahun 2021, saat kasus covid-19 menggila di Kabupaten Sikka, justru para pekerja media mulai kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Sikka.

Grup Whatsapp Info kesehatan yang dulu aktif memberikan informasi perkembangan kasus covid-19, kini sepi info. Pejabat yang berkompeten yang dulu mudah memberikan informasi perkembangan covid bungkam.

"Masyarakat tidak tau perkembangan covid-19 di Sikka, situasi ini justru tidak baik bagi masyarakat. Kasus covid bisa menjadi bom waktu karena masyarakat menilai pandemi covid di Sikka sudah hilang," ujar Dominikus Tukan, salah satu warga Waioti, Kecamatan Alok Timur, Jumat (22/2)

Dominikus Tukan mengaku mengikuti perkembangan kasus covid-19 di Sikka melalui berita yang ditulis oleh teman-teman media. Namun, dia sudah lebih sepekan ini tidak menemukan berita tentang perkembangan kasus covid-19 di Sikka.

"Apa memang Sikka sudah bebas dari Covid? Masyarakat wajib tahu, sebab ini menyangkut hak hidup orang. Di mediaindonesia.com juga tidak ada update Covoid di Sikka," ungkap Domi Tukan kepada mediaindonesia.com

Menurut dia, ketika Satgas Covid-19 menyampaikan informasi kepada publik terkait perkembangan kasus covid-19 di Sikka itu menunjukkan bahwa keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus covid-19 ini. Sehingga Informasi yang disampaikan oleh Satgas Covid-19 itu menjadi pegangan masyarakat untuk lebih menyadari bahaya wabah ini.

"Apa yang menjadi problem sehingga perkembangan kasus covid-19 di Sikka tidak diinformasikan kepada masyarakat. Sekarang ini informasi publik adalah kebutuhan. Maka negara harus melayani. Pihak yang berkompeten yang punya kewenangan untuk menyampaikan itu. Jangan hanya diam-diam saja karena Satgas Covid-19 punya kewajiban untuk menyampaikan kepada masyarakat," papar Domi Tukan.

Terkait hal ini, Jubir Satgas Covid-19 Sikka, Muhammad Daeng Bakir mengaku sudah hampir dua minggu dirinya juga belum mendapatkan update informasi perkembangan kasus covid-19 dari tim dokter Dinas Kesehatan.

"Saya juga belum mendapat update dari tim dokter kesehatan. Jadi tidak ada yang bisa kami sampaikan. Akhir-akhir ini, malah saya monitor dari berita teman teman media," ungkap dia

Menurut Daeng Bakir, untuk urusan Covid-19 bidang penyajian informasi media, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo telah menunjuk dr. Clara Francis menjadi juru bicaranya. (OL-13)

Baca Juga: Kabupaten Sikka Tidak Terapkan PSBB Walau Masuk Zona Merah

Baca Juga

Dok Kemendag

Wamendag Dukung Digitalisasi Pasar Lewat QRIS di Sulut

👤Ant 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:48 WIB
Melalui QRIS pedagang dan pembeli akan diuntungkan baik segi waktu, maupun soal pengembalian uang tanpa harus...
MI/Dwi Apriani

TNI Nagan Raya Gencar Sosialiasi Cegah Karhutla

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:23 WIB
Upaya tersebut juga dilakukan kepada setiap perusahaan perkebunan yang ada di daerah ini, agar tidak melakukan pembakaran lahan saat...
Agus Suparto

Jokowi Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Kerumunan di NTT

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:57 WIB
Kurnia menyayangkan sikap Presiden Jokowi yang tidak memberikan contoh yang baik terkait penerapan prokes saat berkunjung ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya