Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendapat alokasi pupuk bersubsidi total sebanyak 31.502 ton pada 2021. Alokasi pupuk bersubsidi itu terdiri dari urea 17.221 ton, SP-36 253 ton, ZA 1.251 ton, NPK 11.020 ton, dan pupuk organik 1.757 ton.
Sementara itu, e-RDKK (elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok) tahun 2021 untuk urea sebanyak 17.228 ton, SP-36 304 ton, ZA 1.654 ton, NPK 31.236 ton, dan organik 6.580 ton. Total luas tanam sektor pertanian 109.141 hektare dan petani sebanyak 87.801 orang.
Jumlah alokasi pupuk bersubsidi tersebut, tertuang dalam SK Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten No 521/01/26 Tahun 2021 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Klaten.
Kepala Seksi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Klaten, Wahyu Wardana, Senin (18/1) kepada mediaindonesia.com menyebutkan HET pupuk urea per zak isi 50 kg Rp112.500, SP-36 Rp120.000, ZA Rp85.000, NPK Rp115.000, dan organik Rp32.000 per zak isi 40 kg.
Sesuai SK No 521/01/26 yang ditandatangani Kepala DPKPP Klaten Widiyanti, HET pupuk bersubsidi hanya berlaku untuk pembelian petani di kios pupuk lengkap (KPL) secara tunai dan dalam kemasan. Di Klaten, kini terdapat sekitar 1.500 KPL dan 10 distributor pupuk bersubsidi.
(JS/OL-10)
HARAPAN petani di Provinsi Aceh untuk meraup untung besar pada musim panen rendengan (panen utama) tahun 2026 harus terkubur dalam.
Pupuk Indonesia menyambut Perpres 113/2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi yang dinilai mendorong efisiensi industri.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
Penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 665 ton sudah beroperasi sejak tahun 2020 hingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,5 miliar.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved