Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT atau wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer (km) dari puncak Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Pascaerupsi pada Sabtu (16/1) lalu, guguran awan panas dan lava masih mengancam wilayah tersebut.
"Waspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas. Karena saat ini suhunya masih tinggi," ungkap Kepala Pos Pantau Gunung Semeru Liswanto dalam laporan ESDM, Minggu (17/1).
Baca juga: Dalam 12 Jam, Merapi Luncurkan 56 Lava Pijar
Pada pengamatan Minggu (17/1) ini hingga pukul 12.00 WIB, cuaca di sekitar Gunung Semeru berawan dan mendung dengan angin bertiup lemah ke arah selatan serta suhu udara 22-25 °C. Pengamatan visual dilaporkan asap kawah tidak teramati.
Pun, dengan letusan asap, hembusan asap secara visual tidak teramati karena gunung tertutup kabut. Aktivitas di gunung tersebut berada di level II atau waspada. "Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan," imbuh Liswanto.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru. Mengingat, banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.
Baca juga: Kalsel Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Bencana Banjir
Dijelaskan sebelumnya, pada Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB, kembali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 km ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 m dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.
Pascakejadian awan panas guguran pada 1 Desember lalu, secara visual menunjukkan masih tingginya kejadian guguran lava pijar dengan jarak luncur berkisar 500-1.000 meter arah Besuk Kobokan. Awan panas guguran masih teramati satu kejadian. Kegempaan masih berfluktuatif, didominasi oleh sejumlah gempa permukaan.(OL-11)
PVMBG menurunkan status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) per 29 November 2025.
PENAMBANGAN pasir di sepanjang aliran sungai Gunung Semeru sementara ditutup total, menyusul status awas Gunung Semeru. Selain itu, bahayanya aliran lahar dingin
Penyiagaan Tim Antisipasi Risiko Letusan Sekunder Gunung Semeru
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru mengalami delapan kali erupsi dengan tinggi letusan 300 hingga 700 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (2/1) pagi, erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan hingga 1.200 meter.
Jalur pendakian Gunung Semeru dibuka setelah sempat ditutup selama lima tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved