Rabu 13 Januari 2021, 04:15 WIB

Masih Sulit Mendapatkan Pupuk Subsidi

UL/JI/DW/AD/Ant/N-2 | Nusantara
Masih Sulit Mendapatkan Pupuk Subsidi

ANTARA/DEDHEZ ANGGARA
Kapolres Indramayu AKBP Hafi dh Susilo Herlambang (kiri) menunjukkan barang bukti pupuk ilegal di Polres Indramayu, Jawa Barat, kemarin.

 

MUSIM tanah awal tahun ini, PT Pupuk Indonesia mengaku menggelontorkan 1,25 juta ton pupuk subsidi. Jumlah itu mampu menutupi kebutuhan sampai 4 minggu atau dua kali lipat dari ketentuan pemerintah terkait dengan stok.

Namun, di daerah kesulitan mendapat pupuk masih dikeluhkan petani, termasuk yang sudah memiliki kartu tani. “Sekarang pupuk susah didapatkan,” kata Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sutatang.

Ia menuding pangkal persoalannya ialah masalah alokasi yang tak kunjung dibenahi pemerintah. Akibatnya, setiap masuk musim tanam, kelangkaan pupuk subsidi terus terjadi.

Penggunaan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk subsidi juga belum maksimal. Alokasi pupuk tetap tidak mencukupi. Indramayu ialah salah satu lumbung padi nasional. “Kesulitan mendapatkan pupuk subsidi bisa mengancam produksi pangan dari Indramayu,” tandas Sutatang.

Pupuk dan keluhan petani juga sudah sampai di meja Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kemarin, anggota dewan di komisi itu memanggil pejabat terkait dan distributor pupuk di wilayah tersebut.  “Kekurangan pasokan pupuk mencapai 40%. November 2020, pasokan ditambah, tapi di lapangan petani masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi,” ungkap Sudono, anggota dewan.

Kesulitan petani, lanjutnya, karena harus membeli pupuk bersubsidi dengan kartu tani. Di satu sisi, banyak petani yang tidak masuk  kelompok tani dan tidak memiliki kartu tani.

Padahal, sampai akhir Desember 2020, distributor mengaku masih memilik 2.096 ton pupuk subsidi, tapi mereka takut menjual jika petani tidak memiliki kartu tani.

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru juga mengaku PT Pupuk Indonesia sudah menyediakan pupuk dalam jumlah besar. “Namun, yang menjadi kendala di lapangan, kuota tidak ada. Regulasi yang panjang menjadi kendala sehingga dibutuhkan solusi yang tepat mengatasi masalah kelangkaan pupuk.”

Kesulitan mendapatkan pupuk dimanfaatkan segelintir orang untuk memetik keuntungan. Di Indramayu, polres menangkap dua penyelundup pupuk subsidi. Mereka menjual pupuk subsidi jatah untuk daerah lain ke Indramayu. (UL/JI/DW/AD/Ant/N-2)

Baca Juga

Medcom.id

Kebijakan PPKM di Kalsel Diperpanjang

👤Denny Susanto 🕔Selasa 26 Januari 2021, 13:15 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyusul terus...
MI/Surya Sriyanti

Vaksin Tahap Kedua 40.360 Dosis Tiba di Sumsel

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 26 Januari 2021, 13:11 WIB
Pemerintah pusat kembali mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke Sumatra Selatan sebanyak 40.360...
MI/Heri Susetyo

Merasa Dilecehkan, Pasutri di Sidoarjo Lapor Ke Kompolnas

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:27 WIB
Pasutri Guntual Laremba dan Tuty Rahayu tersangka kasus pelanggaran UU ITE melaporkan kasus yang menimpa mereka ke Kompolnas karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya