Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya memastikan keamanan vaksin Covid-19, Gubernur Sumatra Selatan menyatakan siap menjadi orang pertama yang divaksinasi di daerahnya.
‘’Ini untuk menjawab keraguan masyarakat Sumsel, saya siap divaksin duluan. Vaksin ini penting untuk mencegah penyebaran Covid-19,’’ tegas Gubernur Sumsel, Herman Deru, Senin (11/1).
Dengan langkah tersebut, dirinya berharap masyarakat tidak lagi was-was dan merasa aman untuk ikut menyukseskan program vaksinasi tersebut. Menurut dia, bahwa kewajiban untuk vaksinasi juga telah diatur oleh UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.
Undang-Undang tersebut bertujuan untuk mewujudkan tingkat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi rakyat Indonesia. Karena itu pula, Ia meminta masyarakat dan tenaga kesehatan dapat mendukung kelancaran pelaksanaanvaksinasi tersebut di Sumsel.
Baca juga : Vaksin Termin Pertama di Banten Digelar di Kota Tangsel dan Serang
Setelah gubernur, program vaksinasi ini juga akan diteruskan kabupaten/kota yang ditandai dengan vaksinasi pertama oleh masing-masing bupati dan walikota. Untuk tahap awal, Deru mengatakan ada sebanyak 30.000 vaksin yangdisiapkan pemerintah untuk Provinsi Sumsel.
Diketahui, vaksin perdana akan digelar pada Kamis, 14 Januari 2021. Vaksinasi akan dilaksanakan di RSUD Siti Fatimah.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex mengatakan siap menjadi yang pertama disuntikkan vaksin Covid-19.
‘’Kalau Presiden tanggal 13 Januari, saya bersama wakil bupati, siap melakukan penyuntikan pada hari berikutnya,’’ kata dia.
Menurut Dodi, penyuntikan vaksin perdana kepada kepala daerah tak lain untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin tersebut. (OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved