Minggu 10 Januari 2021, 19:50 WIB

Gelora Gunung Ile Lewotolok Mereda, Warga tetap Diminta Siaga

Alexander P. Taum | Nusantara
Gelora Gunung Ile Lewotolok Mereda, Warga tetap Diminta Siaga

Antara
Pos pemantau aktivtas vulkanis Gunung Ile Lewotolok.

 

SABTU, 9 Januari 2021 malam, mendung dan turun gerimis membasahi Kota Lewoleba. Kondisi itu tak kuasa menahan langkah kami menuju Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kolega mantan wartawan, yang kini menjabat Ketua KPUD Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making, menelpon ingin plesiran, menenteng tas kamera, tripot, laptop dan mendekati sumber berita. Kawan satu ini rupanya kangen juga dengan dunia yang pernah kami geluti bersama.

Ia tak ingin mengubah cara kami bergumul dengan fakta di lapangan. Memburu berita dengan kondisi apa adanya. Mengendarai sepeda motor, meski ia bisa menelpon sopir untuk mengantar kami dengan mobil Dinasnya.

Sepeda motor mengarah ke Timur Kota Lewoleba, tepatnya menuju Desa Waipukang, Kecamatan Ile Ape. Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok.

Debu terus menerus menerpa mata apalagi kami tak memakai pelindung. Rasanya perih, sama seperti kejadian letusan hebat tanggal 29 November 2020 lalu. Rupanya ada debu vulkanis yang mengarah ke Kota Lewoleba Pukul 20.19 Wita.

"Ada abu hujan tipis. PGA membenarkan ada letusan kecil jam 19.20 Wita. Arah angin beberapa hari ini dominan ke Barat," demikian bunyi pesan dari coordinator Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian di Whatsapp.

Setelah didera 9 kali dentuman dan gemuruh sedang hingga keras, Jumat (8/1/2021) pagi hingga malam hari, kami ingin memantau kondisi Gunung Ile Lewotolok, Sabtu (9/1/2021).

Sebab sudah lebih dari sebulan, kesedihan masih bergelayut di wajah warga dua Kecamatan di lereng Gunung Ile Lewotolok. "Secara umum, intensitas aktivitas Vulkanis Gunung Ile Lewotolok menurun, terhitung sejak erupsi Jumad 27 November 2020 dan di susul Erupsi dahsyat Minggu 29 November 2020. Saat ini masih fase erupsi menuju fase normal. Namun status Gunung tetap Siaga," ujar Jefri Pugel, Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok.

Sembari menujukan grafik aktivitas vulkanis Gunung yang di rekam selama lebih dari 1 bulan. Jefri Pugel mengatakan, pekan depan Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, dijadwalkan tiba di Lembata, guna mengevaluasi status gunung Ile Lewotolok.

Jefri memastikan, aktivitas Vulkanis Gunung Ile Lewotolo pasti akan berakhir dan kini sedang berproses menuju fase normal. Misalnya, pada periode pengamatan Sabtu (9/1/2020), pukul 06.00 sampai pukul 12.00 Wita, teramati 2 kali letusan dengan tinggi 500 Meter dan warna asap putih dan kelabu. Terdengar suara gemuruh lemah. Pada periode ini, kegempaan didominasi tremor harmonic sebanyak 5 kali, dengan amplitudo 7-12 micro meter (mm) dengan durasi 35-60 detik.

Pada periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 wita, Gunung berstatus Waspada itu, terjadi sekali letusan disertai dentuman dan gemuruh lemah.

Sedangakan pada periode pengamatan pukul 18.00 hingga pukul 24.00 Wita, satu kali letusan disertai dentuman dan gemuruh lemah, sedangkan kegempaan di dominasi Hembusan sebanyak 8 kali dengan amplitudo 4-10 micrometer (mm), durasi 15-30 detik.

"Energinya mulai melemah. Saat ini kita nikmati saja prosesnya. Kita mewaspadai adanya gempa vulkanik dalam (VA). Namun sejak erupsi 29 November 2020 sampai saat ini, seismograf analog manual maupun digital tidak pernah menangkap jenis Gempa VA ini," ujar Jefri Pugel. (OL-13)

Baca Juga: BMKG Ingatkan Pilot akan Munculnya Awan Cumulonimbus

Baca Juga

Antara/Zabur Karuru.

Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Hindari Area Ini

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 18:01 WIB
Semburan awan panas dengan intensitas yang kecil terjadi sejak Jumat (3/12). Guguran lava tersebut memiliki jarak luncur 500-800 meter...
Solmi Suhar

BNPB Minta Pemda Siapsiaga Hadapi Puncak Musim Hujan dan La Nina

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:55 WIB
Mulai dari level provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga kelurahan harus mengambil aksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi...
Antara/Jojon.

Sultra dan Konawe Utara Kembangkan Wisata Pulau Labengki

👤Halim agil 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:45 WIB
Untuk bisa mencapai Pulau Labengki, wisatawan bisa mengambil jalur melalui pelabuhan Kota Kendari, Tanasa, Kabupaten Konawe, atau Lasolo,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya