Selasa 05 Januari 2021, 05:24 WIB

Sepanjang 2020, Inflasi DIY Lebih Rendah Dibanding Nasional

Agus Utantoro | Nusantara
Sepanjang 2020, Inflasi DIY Lebih Rendah Dibanding Nasional

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Suasana di Pasar Kranggan, Jetis, DI Yogyakarta.

 

DESEMBER 2020, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan diri dengan kenaikan inflasi sebesar 0,48%. Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Miyono, Senin (4/1), menjelaskan, dengan capaian tersebut, secara tahunan, inflasi DIY  2020 tercatat 1,40% (yoy).

Ia menyebutkan, capaian itu lebih rendah dibanding realisasi inflasi di Jawa yakni 1,73% (yoy) bahkan nasional, 1,68% (yoy).

"Realisasi inflasi ini sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia DIY sebelumnya yakni pada kisaran 1,3-1,7% (yoy)," katanya dalam keterangan kepada wartawan.

Baca juga: 2021, Kebangkitan Sektor Wisata di Depan Mata

Rendahnya inflasi 2020, katanya, merupakan dampak dari penurunan daya beli akibat pandemi. Meski, dalam dua bulan terakhir, aktivitas konsumsi perlahan mulai meningkat sehingga mendorong tingkat inflasi.

Hal itu didukung oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada akhir tahun yang terus meningkat mencapai level optimistis dengan indeks 108,1, pertama kalinya sejak April 2020 yang selalu berada pada level pesimistis.

Dari sisi penjualan riil, Indeks Penjualan Eceran juga tercatat meningkat dari 86,95 pada triwulan III 2020 menjadi 93,41 poin pada triwulan IV 2020.

Lebih lanjut Miyono mengatakan, inflasi yang terjadi pada Desember 2020 terutama disebabkan oleh inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) sedangkan kelompok inti cenderung stabil.

Dari sisi volatile food, ujarnya, inflasi kelompok pangan mengalami peningkatan, utamanya disebabkan oleh peningkatan permintaan yang di sisi lain diiringi jumlah pasokan yang terbatas.

Kunjungan wisatawan ke DIY pada akhir tahun mendorong peningkatan konsumsi pangan.

Di sisi lain, katanya, pencairan dana bansos PKH dan BPNT pada Desember 2020 memicu kenaikan permintaan terhadap komoditas telur ayam ras.

Sementara itu, memasuki musim penghujan, kelompok tanaman pangan dan hortikultura masih memasuki masa tanam, sehingga tingkat produksinya menurun.

Secara khusus, pada komoditas aneka cabai, intensitas curah hujan yang tinggi dan virus menyebabkan beberapa daerah sentra mengalami
gagal panen.

"Hal ini berimbas pada penurunan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga secara nasional," ujarnya.

Pada kelompok administered prices, lanjutnya, mengalami inflasi yang dipicu oleh tarif transportasi.

Sesuai siklus akhir tahun, permintaan transportasi kereta api dan angkutan udara menuju DIY mengalami lonjakan. Hal ini menyebabkan tarif kedua moda transportasi tersebut mengalami peningkatan.

Sementara itu sejak pemerintah menetapkan kenaikan cukai rokok 2021 sebesar 12,5% pada akhir 2020, secara langsung diikuti oleh kenaikan harga rokok secara bertahap sejak Desember 2020.

Dari sisi inflasi kelompok inti, kondisinya cenderung stabil. DIY telah menetapkan kenaikan UMK kota/kab se DIY 2021 dengan rata-rata 3,24%. Hal ini memicu peningkatan optimisme masyarakat yang akan mendorong konsumsi ke depan.

Sementara itu progres uji klinis vaksin covid-19 menunjukkan hasil yang kian positif, sehingga optimisme masyarakat terhadap pemulihan ekonomi kedepan terus meningkat. Di sisi lain, pemulihan ekonomi ini enyebabkan komoditas emas sebagai save haven perlahan mulai ditinggalkan.

Hal ini berdampak pada harga emas global yang terus mengalami tren penurunan, sehingga harga emas perhiasan dalam negeri mengalami deflasi.

Melihat perkembangan terkini, Bank Indonesia meyakini ekonomi pada 2021 akan berangsur pulih. Hal ini akan berdampak pada peningkatan inflasi 2021 yang diproyeksikan kembali pada kisaran 3±1 persen (yoy).

"Bank Indonesia bersama dengan anggota TPID DIY terus berkomitmen untuk menjaga tingkat inflasi pada sasaran yang ditetapkan, sehingga mendukung ruang pemulihan ekonomi DIY," ucap Miyono. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Basarnas: 11 siswa MTs Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai Cileueur

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:58 WIB
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Bandung, kegiatan itu melibatkan 150...
Antara

Pemkot Semarang Targetkan Vaksinasi Kedua Rampung Akhir Tahun

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:45 WIB
Capaian vaksin dosis kedua di Semarang baru 80% dari target 1,3 juta warga setempat yang harus...
Dok MI

Pemkab Garut Targetkan 125 Ribu Vaksinasi/Pekan

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:37 WIB
Ia menuturkan capaian vaksinasi covid-19 di Garut saat ini sudah 33 persen untuk dosis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya