Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 141 jiwa kelompok rentan tinggal di tempat evakuasi sementara (TES) pengungsi erupsi Gunung Merapi di Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Hingga Minggu (3/1) malam, jumlah pengungsi dilaporkan sebanyak 305 orang. Dari jumlah itu, 227 orang berada di TES Balai Desa Balerante dan 78 pengungsi lainnya di Balai Desa Tegalmulyo.
Humas BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto menyebut kolompok rentan yang ada di barak pengungsian saat ini terdiri dari balita, lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan difabel.
"Dari 141 pengungsi kelompok rentan, 106 orang di antaranya tinggal di TES Balai Desa Balerante, dan 35 orang di TES Balai Desa Tegalmulyo," kata Nur kepada mediaindonesia.com, Senin (4/1).
Baca juga: 240 Warga KRB III Merapi masih Bertahan di Pengungsian
106 orang pengungsi di TES Balai Desa Balerante warga kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi yakni Dukuh Sambungrejo (89), Ngipiksari (57), Ngelo (7), Gondang (36), dan Sukorejo (38).
Sedangkan 78 pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo asal Dukuh Canguk (27), Sumur (23), dan Pajegan (28). Tiga dukuh ini juga merupakan kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi.
"Warga KRB III melakukan pengungsian setelah BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada 5 November 2020," Nur Tjahjono.(OL-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved