Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA politik dan keamanan di Tanah Air masih akan dinamis pada 2021. Prof Muradi, staf pengajar di Universitas Padjadjaran Bandung, memprediksi adanya 7 klaster potensi gangguan politik dan keamanan.
“Pemerintah harus mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan itu. Potensi muncul dari sejumlah peristiwa politik pada 2021,” kata Guru Besar Politik dan Keamanan, itu, saat berbicara dalam Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) yang digelar Universitas Padjadjaran, akhir pekan lalu.
Ke 7 kelompok gangguan itu terkait legislasi politik, kebebasan sipil, kejahatan siber dan digitalisasi, pelembagaan politik, politik identitas, radikalisme, dan terorisme, serta separatis Papua. Dari 7 klaster itu, Muradi menunjuk tiga di antaranya yang sangat harus diwaspadai.
Yakni, kejahatan siber dan digitalisasi, legislasi terkait rencana pembahasan rancangan undang-undang pemilihan umum, dan Papua.
“Kejahatan siber berpotensi mengganggu keamanan dalam negeri karena Indonesia belum memiliki instrumen yang lengkap untuk mencegahnya. Kejahatan siber sudah merasuk ke soal pertahanan dan keamanan,” paparnya.
Di sisi lain, Indonesia belum punya unit siber mumpuni. Ada, tapi masih sangat sederhana. “belum bisa jadi problem solver,” katanya.
Terlebih, menurut Muradi, saat ini perangkat yang ada masih transisi dari sistem manual ke digital. “Tahun depan kita berharap RUU keamanan siber bisa tuntas.”
Agenda pembahasan rancangan UU Pemilihan Umum juga akan panas karena akan membahas ambang batas parlemen, presiden, dan sistem pemilu lainnya. Adapun separatisme Papua juga akan muncul kembali, terutama pada September yang mulai dipanas-panasi pada awal Mei. (BY/N-2)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Dalam konfigurasi tersebut, Perludem menilai jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka hasil Pilkada berpotensi terkunci sejak awal.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved