Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara mengandalkan alat deteksi dini bencana longsor dan tanah bergerak untuk memitigasi bencana.
Pasalnya, BMKG masih memperkirakan jika curah hujan tinggi tetap potensial terjadi pada Januari. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan pihaknya telah memasang
sejumlah alat deteksi dini longsor dan tanah bergerak yang dinamakan Elwasi.
"Alat tersebut untuk memitigasi bencana khususnya longsor dan tanah begerak. Elwasi telah dipasang di sejumlah daerah yang rawan bencana. Sehingga, masyarakat setempat akan lebih dini mengetahui jika ada tanda bencana," jelas Budhi, Kamis (31/12).
Baca juga: Pemkab Banyumas Jadwalkan Vaksinasi Untuk Nakes 22 Januari 2021
Sampai sekarang, ada belasan titik yang dipasangi alat deteksi. Untuk Elwasi dipasang di Pandanarum, Pagedongan dan Mlaya. Selain itu, juga ada alat deteksi dini dari UGM yang dipasang di 13 titik lokasi rawan longsor.
Pemkab telah meminta masyarakat setempat untuk mengelola. Sebab, alat tersebut sangat vital sebagai pendeteksi bencana.
Stasiun Klimatologi BMKG Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem pada Januari. Cuaca esktrem masih mengancam sebagian kabupaten, termasuk Banjarnegara. Adapun cuaca ekstrem ditandai dengan curah hujan tinggi disertai petir dan angin kencang.(OL-11)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Korban merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengemudikan kendaraan bernomor polisi B 2148 BOK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved