Jumat 25 Desember 2020, 21:33 WIB

Program Prioritas 100 Hari, Cellica-Aep Kembangkan UMKM

Cikwan Suwandi | Nusantara
Program Prioritas 100 Hari, Cellica-Aep Kembangkan UMKM

MI/Cikwan Suwandi
Wakil Bupati Terpilih Karawang, Aep Syaepuloh, akan memprioritaskan program UMKM dan membuka lapangan kerja.

 

SAMBIL menunggu pelantikan, pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepuloh, yang telah ditetapkan menang dalam Pilkada Karawang tengah mematangkan target 100 hari kerja setelah menjabat.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan peningkatan lapangan kerja akan menjadi program prioritas awal dari Cellica-Aep untuk bergerak.

"Kita akan mengebut bantuan UMKM dan membuka lapangan kerja untuk target 100 hari kita kerja," ungkap Aep Syaepuloh di kantornya,Karawang, Jawa Barat, Jumat (25/12).

Aep mengatakan akan membantu menyediakan market untuk seribu UMKM tersebut. Setiap desa dan kelurahan harus menonjolkan minimal tiga produk UMKM.

"Kita memiliki wilayah 309 desa dan kelurahan. Kita mengupayakan UMKM ini dipasarkan di koperasi pabrik di Karawang. Di sini pabrik itu kan ribuan. Setiap desa ditarget tiga produk," kata Aep. 

"Kemarin kami sudah komunikasi dgn forum HRD di Karawang bersama Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) sudah welcome, tinggal bagaimana bentuk sinerginya. Misalkan suplai ranginang, keripik, kue basah disajikan di pabrik-pabrik dengan perantara dinas koperasi," kata Aep.

Dengan cara begitu, Aep mengaku sektor UMKM akan memiliki pasar yang jelas untuk mengembangkan bisnisnya.

Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian melalui peningkatan tenaga kerja. Salah satunya Cellica-Aep mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pengusaha untuk bekerja sama di dua sektor tersebut. Rencana membuka lapangan kerja misalnya, Aep telah melobi sejumlah pengusaha garmen yang sempat hengkang dari Karawang. 

Para pengusaha itu, ujar Aep, akhirnya mau beroperasi lagi di Karawang. "Mereka akhirnya mau kembali berbisnis di Karawang setelah mendengar rencana kami menerapkan UMK khusus," jealsnya. 

Perusahaan garmen yang berhasil dilobi diantaranya, PT Tri Golden Star, Da Hyun, Kido 1 dan Sung Won. Adapun pabrik tekstil lainnya adalah Citrasari, Lumitex dan Sumbox. 

"Dalam merekrut pekerja nanti, mereka tidak mematok syarat yang berat. Mereka tidak melihat ijazah, bahkan umur 40 tahun pun mereka terima. Asal punya skill menjahit yang baik," ungkap Aep. 

Aep optimistis beroperasinya kembali pabrik itu dapat menyerap puluhan ribu pekerja asal Karawang. "Karena secara hitungan, pabrik garmen atau tekstil memerlukan banyak pekerja. dari tujuh pabrik saja bisa sampai 40an ribu pekerja terserap," tuturnya. (CS/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Sapi Terjangkit PMK di Cianjur Jalani Masa Karantina

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:22 WIB
TIM Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah isolasi terhadap hewan ternak sapi yang...
dok.ist

Emak-emak Jabar Pilih Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:44 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi Presiden Indonesia di...
DOK MI.

26 Orang Hilang setelah Feri Tenggelam di Selat Makassar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:05 WIB
Pekan lalu, feri yang membawa lebih dari 800 orang kandas di perairan dangkal di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terjebak selama dua hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya