Selasa 22 Desember 2020, 18:38 WIB

Indonesia Tourism Forum Luncurkan Buku Kepariwisataan NTT

mediaindonesia.com | Nusantara
Indonesia Tourism Forum Luncurkan Buku Kepariwisataan NTT

Ist/Dok. BOP-LBF
Labuan Bajo yang berada di wilayah Provinsi NTT tetap menjadi destinasi terbaik karena alam dan budayanya sangatlah eksotis.

 

INDONESIA Tourism Forum (ITF) meluncurkan buku berjudul Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia, Selasa (22/12). Buku ini ditulis  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu II Sapta Nirwandar dan Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh.

Dalam keterangan pers tertulis, Selasa (22/12), disebutkan peluncuran buku ini atas kerja sama Penerbit Buku Kompas Gramedia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, World Tourism Forum Institute dan Indonesia Sustainable Tourism Council.

Buku ini mengidentifikasi dan mengekplor potensi dan kapasitas kepariwisataan sekaligus menjawab tantangan-tantangan dengan membedah langkah-langkah strategis dalam mengelola potensi dan ekosistem pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, memasarkan dengan efektif, memanfaatkan teknologi digital sekaligus beradaptasi di era normal baru.

Esensinya, Nusa Tenbggara Timur (NTT) memiliki aset alam dan budaya. Terdapat 1.192 pulau yang merupakan rangkaian cincin keindahan ‘ring of beauty’. Dikenal dengan nama Flobamora yang mencakup kepulauan Flores, Sumba, Timor, Alor, dengan segala otentisitas dan keunikannya, baik di daratan maupun perairannya, layak menjadi destinasi kelas dunia.

Peluncuran buku dikemas dalam diskusi yang menghadirkan Menteri Kominfo Johnny Plate, Dirjen KSDAE KLHK Wiratno, Sesmen Kemenparekraf Ni Wayan Giri, CEO Panorama Budi Tirtawisata, Kadis Parekraf NTT Wayan Darmawa, dan pengamat internasional Alex Jemadu, serta dimoderatori Claudius Boekan (wartawan senior).

Kekaguman, cinta, dan rejana  serta komitment pembangunan kepariwisataan NTT dipaparkan secara lugas oleh Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, I Gede Ardika (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2000-2004), Saleh Husin (Menteri Perindustrian 2014-2016), A Sonny Keraf ( Menteri LHK 1999-2001), Komisaris (Purn) Gories Mere (Staf Khusus Presiden 2015-2019), dan Rikard Bagun (Direktur Utama Kompas TV).

NTT sebagai destinasi kelas dunia seyogianya memastikan seluruh komponen, elemen rantai nilai, dan ekosistem kepariwisataan mampu secara konsisten menghadirkan pengalaman yang holistik dan otentik. Tentu dengan tetap berfokus pada kualitas lingkungan, kepuasan pengunjung, dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pernyataannya dalam diskusi bersama Global Tourism Forum, Sapta Nirwandar yang kini chairman Indonesia Tourism Forum (ITF) merujuk UNWTO dan WTTC bahwa pariwisata nusantara atau wisatawan domestik menjadi prioritas utama bisnis pariwisata.

Laporan Dinard Standard 2021-2022 bahkan  menegaskan geliat kurva pertumbuhan pariwisata dunia, akan kembali ke titik awal bertumbuh membutuhkan waktu setidaknya dua tahun ke depan. “Artinya selama dua tahun kedepan destinasi domestik dan lokal mendapat panggung wisatawan nusantara yang jumlah dan nilai ekonominya juga sangat significant,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans Teguh yang juga putera kelahiran NTT menegaskan upaya kebangkitan kepariwisataan nusantara, dalam hal ini NTT dapat terus  berlanjut. “Artinya selama dua tahun kedepan destinasi domestik dan lokal mendapat panggung wisatawan nusantara yang jumlah dan nilai ekonominya juga sangat signifikan.”

Buku ini memantapkan langkah NTT menuju kepariwisataan berkelas dunia, seraya tetap menitikberatkan pada aspek keberlanjutan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Frans menekankan model pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat (community based tourism) dan kepariwisataan berkelanjutan (sustainable tourism) harus dilakukan dan dipastikan penerapannya secara serius oleh para pihak seperti masyarakat, pelaku usaha, akademisi, media, pemerintah daerah, dan kementerian/Lembaga.

Topik ulasan dalam buku ini seirama dengan semangat komitmen, kepemimpinan, kolaborasi dan sinergi yang merupakan kunci membangun kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan.  Presiden Jokowi menetapkan Labuan Bajo di NTT sebagai destinasi super prioritas.

Kedua penulis buku menggarisbawahi dimensi kepariwisataan NTT yang kompleks perlu dipadukan secara harmonis dalam rangka mengelola potensi unggulan dan kapasitas pengembangan NTT. Prinsip-prinsip kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat menjadi kebutuhan agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya lokal senantiasa hidup. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Peringati Hari Santri, Sahabat Ganjar Bantu Pesantren 

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:17 WIB
"Kami mulai dari Tegal, sebagai pembuka rangkaian kegiatan grebek ponpes dengan tema santri kreatif santri muda inspiratif," kata...
Dok. Pribadi

Siswa SMA ini Ikut Bantu Buka Akses Air Bersih di NTT 

👤ediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:08 WIB
Carolene pun berkolaborasi mengusung program Water For...
MI/DJOKO SARDJONO

Tangani Covid-19, Klaten Gandeng Ulama, Umara, dan FKUB

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:10 WIB
Silaturahmi dengan sejumlah elemen digelar karena masih ada warga di Klaten yang menolak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya