Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan yang tinggi mengakibatkan longsor di beberapa titik ruas jalan Propinsi Noa-Golo Welu yang menghubungkan ibu kota kecamatan dan antar kabupaten. Material longsor menuutup akses jalan tersebut sehingga lalu lintas lumpuh.
Bencana longsor yang paling parah terjadi di sekitar kampung Hawe, Golo Gonggo, Lambur, dan Ndiuk. Tokoh masyarakat setempat Hawe Hironimus Sentis, menyebutkan kajadian longsor ini berdampak pada lumpuhnya arus transportasi.
"Orang tidak bisa melintas karena jalan tertutup oleh tanah longsor. Ada di beberapa titik ruas jalan utama penghubung antar kampung kecamatan dan ke kabupaten yang lumpuh," kata Hironimus Sentis, Rabu,16/12.
Hiro berharap pemerintah bisa sesegera mungkin mengevakuasi material longsor sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. "Harapan kami pemda segera membenahinya dan jalan penghubung ini bisa digunakan,"pintahnya.
Heri, kontraktor Pemilik PT. Lestari Nauli Jaya KSO PT. Gunung Sari Indah ini menegaskan bahwa sejumlah lokasi yang mengalami bencana longsor di ruas jalan Propinsi Noa-Golo Welu sedang dalam proses perbaikan.
"Terkait dengan bencana itu, Pemprov NTT memberi kepercayaan penuh kepada kami sebagai rekanan pemerintah untuk mengerjakan perbaikan seperlunya. Saat ini, proses pengerjaannya, sedang berlangsung," ujar Heri.
Camat Kuwus Frans Male yang dikonfirmasi membenarkan ada beberapa titik ruas jalan penghubung antar Kecamatan desa dan kabupaten tertimbun tanah longsor. Hal ini di sebapkan kondisi curah hujan di musim penghujan ini diikuti struktur tanah yang labil berakibat pada tumpukan material longsor berada di ruas jalan propinsi.
"Benar kejadian itu. Kita sudah koordinasi dengan pihak pelaksana pekerjaan ruas jalan yang sedang dikerjakan itu," ujar Frans. (OL-13)
Baca Juga: Rapid Test Antigen di Bandara Soetta Dipatok Rp385 Ribu
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved