Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS gabungan penanggulangan bencana di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengevakuasi warga menyusul banjir lahar dingin Gunung Semeru merusak tanggul sungai. Petugas mengantisipasi bencana susulan ini secara cepat pascaerupsi Gunung Semeru pada Selasa (1/12).
Sejak Kamis (3/12), hujan deras mengguyur daerah hulu gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Debit air meningkat membawa lumpur, batu, kayu dan material vulkanis sampai dusun terdekat. Memahami kondisi bahaya ini, Petugas gabungan mengevakuasi warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo ke pengungsian karena banjir lahar dingin terjadi di Besuk Lanang dan Besuk Lengkong.
"Bahkan, aliran lahar dingin mengalir cepat ke Besuk Kobokan, Besuk Sat dan Gladak Perak," tegas Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Agus Triono. Kendati banjir cepat mereda, namun potensi bahaya harus diwaspadai secara dini lantaran hujan masih mngguyur Lumajang dan sekitarnya.
Aliran air bercampur material vulkanis menggerus talut dan tanggul sungai sehingga membahayakan masyarakat di sekitar daerah itu.Sejauh ini Bupati Lumajang Thoriqul Haq terus mengimbau masyarakat agar mewaspadai lahar panas Gunung Semeru.
"Waspada, arus lahar panas Gunung Semeru turun bersamaan dengan hujan dibeberapa wilayah sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) lahar Semeru. Proses evakuasi terus berlangsung, terutama daerah yang berada di tepian arus sungai lahar Semeru," katanya melalui akun twitter @thoriqul_haq.
Bahkan, Thoriqul Haq menginformasikan ada tanggul sungai di Sumberwuluh yang jebol pada Kamis (3/12) malam dan warga mengungsi. "Malam ini, saya dilapori kalau ada tanggul sungai di Sumberwuluh terkikis akibat luapan lahar Semeru tadi sore. Saya langsung ke lokasi, dan benar, sehingga masyarakat di sekitar tanggul malam ini mengungsi ke tempat yang lebih aman, kuatir tanggul jebol dan meluap ke permukiman," tuturnya.(OL-13)
Baca Juga: Awan Panas Guguran Gunung Semeru Berjarak Luncur 2 Ribu Meter
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Jika akan melewatkan momen liburan di kawasan wisata outdoor atau kawasan wisata air (sungai, air terjun, dan lainnya) pastikan sekeluarga mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul.
MEDAN yang tidak stabil, lokasi terpencil, dan jalan rusak menghambat upaya bantuan bagi korban tanah longsor Papua Nugini.
TIM SAR gabungan telah berhasil menemukan tiga korban meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) dievakuasi dari Sudan menggunakan pesawat Militer Arab Saudi. Mereka berangkat dari Bandara Port Sudan dan tiba di Jeddah, Arab Saudi, Jumat lalu.
Tim Gabungan melanjutkan pencarian empat korban hilang akibat longsor tebing penahan tanah (TPT) rel kereta api yang menimpa lima rumah di RT07/RW04, Bogor Selatan, Rabu (15/3).
Wilayah itu merupakan perkampungan paling dekat dengan kawah Gunung Marapi sehingga hal ini mesti diwaspadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved