Kamis 03 Desember 2020, 03:20 WIB

Ancaman Ganda untuk Pengungsi

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ancaman Ganda untuk Pengungsi

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Pengungsi erupsi Gunung Ili Lewotolok beristirahat di tenda, Lembata, NTT, Rabu (2/12/2020).

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau pemerintah daerah untuk menangani pe ngungsi gunung berapi dengan lebih baik. Alasannya, selain menghadapi ancaman bencana alam, pengungsi saat ini juga menghadapi bencana nonalam, yakni pandemi covid-19.

Ini disampaikannya saat meninjau pe ngungsian dan penanganan erupsi Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Meski melihat Pemerintah Kabupaten Lembata sudah memberikan layanan cukup baik, dia masih menemukan beberapa hal yang harus diperbaiki.

Salah satunya ialah masalah penanganan kesehatan dan keselamatan pengungsi. Doni meminta agar para pengungsi dari kelompok rentan dapat dipisahkan dari yang berusia muda. “Ini karena kita menghadapi bencana alam dan juga dalam situasi bencana nonalam,” kata Doni, kemarin.

Kelompok rentan memiliki risiko lebih berat jika terpapar virus. Mereka meliputi kelompok usia lanjut, penderita penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, balita, dan anak-anak.

“Mereka sangat berisiko kalau terpapar. Itu bisa membahayakan keselamatan jiwa. Jadi, tidak hanya mengurusi ancaman terhadap erupsi gunung api, tetapi kita juga harus bisa melindungi warga negara dan masyarakat dari pandemi covid-19,” tegas Doni.

Hingga kemarin, Gunung Ile Lewotolok telah erupsi sebanyak tujuh kali dengan ketinggian abu vulkanis antara 500 sampai 700 meter di atas bibir kawah. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 7.968 orang yang ditam pung di 20 titik.

Sebagian dari mereka sempat pulang untuk mengecek rumah dan memberi makan ternak.

“Kami mengharapkan mereka tidak tidur di rumah dan kembali ke tempat pengungsian,” ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Langoday.

Sejumlah bantuan telah berdatangan, termasuk dari Kepala BNPB sebesar Rp1 miliar untuk keperluan tanggap darurat dan dari komunitas masyarakat Lembata hingga Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani. Sementara itu, DPW Partai NasDem NTT menyumbang empat ton beras, 5.500 masker, dan 500 botol penyanitasi tangan.


Bermalam di tenda

Ratusan pengungsi erupsi Gunung Semeru dari Dusun Supit Urang, Sumbersari, dan Curah Kobokan masih memilih bermalam di tenda pengungsian di lapangan Kamar Kajang, Candipuro, kendati aktivitas vulkanis Semeru mulai mereda.

“Kami tetap menyiapkan tenda pengungsian, kesehatan, dan logistik. Warga kembali ke rumah masing-masing waktu pagi dan saat malam mereka kembali ke pengungsian,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Agus Triono, kemarin.

BPBD Lumajang terus menerapkan protokol kesehatan di tenda pengungsian meski belum sepenuhnya dipatuhi. “Aturan protokol kesehatan pakai masker, ya itu jelas. Kalau jaga jarak relatif susah,” imbuhnya.

Namun, petugas kesehatan memperhatikan kesehatan pengungsi. Bahkan, tes cepat akan dilakukan sesuai prosedur operasional standar kesehatan bila menemukan kasus warga dengan gejala c ovid-19. “Sekarang tidak ada kasus (covid- 19),” tandasnya.

Di Jawa Tengah, Balai Taman Nasional Gunung Merapi telah menutup jalur pendakian pascapeningkatan status Gunung Merapi, termasuk yang melalui jalur pendakian Selo (Boyolali) dan Sapuangin (Klaten). (Ata/PO/BN/PT/MS/JS/X-11)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Sidkin Ali

BNPB Kirimkan Tim Reaksi Cepat dan Logistik untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 05:28 WIB
Kepala BNPB akan menuju ke Kabupaten Lumajang untuk memastikan penanganan darurat bencana secara cepat dan tepat, khususnya evakuasi dan...
Antara/STR

Kemenkes : Sebagian Korban Erupsi Gunung Semeru Alami Luka Bakar 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 23:45 WIB
"Korban dari lapangan terpantau bahwa sebagian adalah luka bakar," kata Eka Jusuf...
AFP/STR

112 Gardu Listrik Terdampak Erupsi Gunung Semeru 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 23:30 WIB
"Kami telah memulihkan dan menyalakan kembali 30 gardu terdampak. Alhasil sudah ada 7.508 pelanggan terdampak telah mendapatkan suplai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya