Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG siswa taruna Bintara Polri Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, meninggal dunia usai mengikuti pembinaan fisik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Maluku Utara di Sofifi, Sabtu (28/11). Siswa berinisial MRA, 19 baru menjalani pendidikan Bintara Polri selama dua minggu di SPN Polda Maluku Utara.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan membenarkan ada satu siswa Bintara Polri Polda Maluku Utara meninggal dunia, namun belum diketahui peyebab kematian siswa tersebut.
"Benar MRA meninggal sekitar pukul 13.30 WIT di RSUD Chasan Boesorie Ternate. Namun kita belum tau pasti peyebab kematian almarhum," kaya Adip Rojikan, Minggu (29/11).
Adip menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterima, siswa tersebut sempat mengikuti kegiatan apel malam Sabtu (28/11) sekitar pukul 21.00 WIT dan dilanjutkan dengan pembinaan fisik oleh panitia SPN di seputaran gedung SPN Sofifi. MRA sempat mengeluh pusing dan dilakukan upaya pertolongan oleh tenaga medis SPN.
"Setelah mendapatkan pertolongan pertama oleh tim medis di SPN, MRA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi. Kemudian dirujuk ke RSUD Chasan Boesorie Ternate untuk mendapatkan perawatan intens," ungkap Adip.
baca juga: Kalteng masih Kaji Rencana Belajar Tatap Muka
MRA sempat mendapat perawatan di RSUD Chasan Boesorie Ternate dan meninggal Minggu (29/11) pukul 13.30 WIT.
"Pihak dokter RSUD Chasan Boesorie yang mengeluarkan pernyataan bahwa MRA meninggal dunia Minggu sekitar pukul 13.30 WIT. Semoga amal kebajikan allmarhum diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta keikhlasan," tutup Adip.
Almarhum telah dimakamkan di pemakaman umum di Kelurahan Perumnas Kota Ternate di hari yang sama. (OL-3)
Budaya K3 tidak dapat dibangun secara instan, melainkan memerlukan konsistensi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak.
Meski dijual dengan harga Rp25 ribu per mangkuk, permintaan gohu ikan di bulan Ramadan selalu tinggi hingga stok yang tersedia habis terjual.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Program penghijauan skala besar ini dinyatakan berhasil oleh Kementerian Kehutanan setelah memenuhi indikator ketat, termasuk persentase tumbuh tanaman yang mencapai 95,16%.
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved