Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
POSKO BPBD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (21/11) malam, melaporkan total pengungsi erupsi Gunung Merapi di barak Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, berjumlah 383 orang.
Saat ini, barak Balai Desa Balerante dihuni 279 pengungsi asal Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Ngelo, Gondang, dan Sukorejo. Sedangkan pengungsi di Balai Desa Tegalmulyo 104 orang dari Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan.
Relawan penanggulangan bencana BPBD Klaten, Indiet, kepada Media Indonesia, mengatakan, hingga Sabtu (22/11) malam, tidak ada penambahan jumlah pengungsi di dua lokasi tempat evakuasi sementara tersebut.
Baca juga: BPBD Wonogiri: Sepekan Ini Waspadai Banjir dan Longsor
Pengungsi erupsi Gunung Merapi di Balai Desa Balerante maupun Balai Desa Tegalmulyo didominasi kelompok rentan. Seperti balita sebanyak 28 orang, anak-anak (69), lansia (60), difabel (9), ibu menyusui (5), dan ibu hamil (5).
"Secara umum, pengungsi di barak Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo dalam kondisi baik. Memang, ada lima pengungsi difabel yang saat ini kurang sehat," kata Indiet saat dikonfirmasi, Minggu (22/11) pagi.
Sementara, sebanyak 129 ekor sapi milik warga Dukuh Sambungrejo, Gondang, Ngelo, Ngipiksari, dan Sukorejo telah dievakuasi di kandang komunal di Desa Balerante. Kandang ini disiapkan tidak jauh dari barak pengungsi.
Desa Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi. Namun, pengungsian belum ada di Desa Sidorejo. Meski barak telah disiapkan di GOR Kalimosodo. (OL-1)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved