Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang juga menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU), menilai empat anggota WMA yang masuk dalam Panitia Seleksi (Pansel) Bakal Calon Rektor USU memiliki kapasitas untuk masuk dalam kepanitiaan.
"Anggota pansel yang dipilih, tidak ada yang bermasalah. Keempat orang yang dipilih memiliki kualitas dan kapasitas untuk menjadi representatif MWA dalam pansel," ujarnya, Jumat (6/11).
Adapun keempat orang yang sudah dipilih menjadi pansel dari MWA adalah Prof dr Guslihan Dasa Tjipta Sp A(k), Dr H Abdul Hakim Siagian SH MHum, Muhammad Arifin Nasution SSos MSP, dan Dr Ir Fahmi ST MSc IPM.
Anggota Pansel akan ditambah lagi dengan tiga perwakilan dari Senat Akademik (SA), tiga perwakilan Dewan Guru Besar (DGB), dan satu perwakilan dari unsur Rektorat.
Anggota pansel yang mewakili unsur SA yakni Romi Fadhillah Rahmat BComp MSc, Prof Dr Saidin SH MHum, dan drg Ariyani MDSC Sp Pros(K). Dari DGB yakni Prof Drs Heru Santosa MS PhD, Prof Dr Hakim Bangun Apt Serta Prof Dr Syafruddin Kalo SH MHum sedangkan dari unsu Rektorat adalah Ir Luhut Sihombing MP.
Edy berharap panitia yang akan melakukan proses penjaringan calon Rektor USU periode 2021-2026 mampu menjalankan amanah dan pemilihan Rektor dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Edy juga berharap pansel dapat segera menetapkan struktur kepanitiaan dan selanjutnya menetapkan jadwal penyelenggaraan.
Adapun jadwal tentatif yang direncanakan saat ini, pemilihan Rektor akan berlangsung pada tanggal 3 Desember 2020 untuk menggantikan Runtung Sitepu yang masa jabatannya akan berakhir pada Januari 2021. (R-1)
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved