Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bank Sumsel Babel Membantu Perekonomian di Sumsel dan Babel

Mediaindonesia.com
06/11/2020 10:48
Bank Sumsel Babel Membantu Perekonomian di Sumsel dan Babel
Acara Launcing Bank Sumsel Babel menggunakan QRIS di lingkungan pemerintah daerah (ASN).(Ist)

MEMASUKI usia 63 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) memiliki kinerja yang terbilang sangat positif. Ke depan, Bank Sumsel Babel diyakini mampu melesat maju dan menjadi bank pembangunan daerah (BPD) dengan bisnis terus berkembang lebih baik.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin mengungkapkan nilai aset bank tersebut hingga September 2020 mencapai Rp30 triliun dan dengan laba yang melonjak 102%, melebihi dari target. “Sampai saat ini juga likuiditas perbankan kami terjaga baik. Dengan kondisi baik seperti ini, tentu kami bisa terus berkembang,” ujar Achmad Syamsudin, pada Rabu (4/11).

Karena itu, ia meyakini BPD yang dipimpinnya akan mampu membantu perbaikan perekonomian, baik di Sumsel maupun di Babel.

Sukses tersebut, menurutnya, karena Bank Sumsel Babel dalam menjalankan bisnisnya menerapkan prinsip 3P, yakni people, process dan performance, terutama dalam menghadapi gejolak ekonomi (resesi) saat ini.

“Selama pandemi, kami fokus kepada karyawan dan nasabah agar terhindar dari covid-19, sehingga kami berupaya untuk selalu menjaga dengan menerapkan aturan-aturan yang ada. Lalu kami berupaya untuk perbaiki prosesnya dan ke depannya akan lebih ke arah digital, tetapi tetap ada cabang nasional, dan selanjutnya kami tetap jaga performance yang sudah menjadi target sampai Desember 2020,” jelas Achmad Syamsudin.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan pengembangan cabang di sejumlah wilayah. “Kami mendapat penghargaan the best untuk cabang Bank Sumsel Babel di tingkat nasional. Jadi poin atau PR kami saat ini yaitu meningkatkan layanan digital,” kata dia.

Ia berharap, Bank Sumsel Babel terus berkontribusi untuk menjadi lebih baik. “Kami berharap ke depan menjadi bank besar, yakni dengan menjadi kebanggaan masyarakat baik dari ukuran sistem IT, SDM dan lainnya. Ke depannya kami bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan menurunkan kemiskinan dengan bentuk mendorong UMKM,” tuturnya.

Untuk bisa masuk bursa, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kinerja. “Kami harus belajar dan transparasi, untuk cita-cita atau rencana ada, tapi harus bertahap walaupun nanti lima tahun atau enam tahun ke depan akan ke sana,” jelasnya.

Achmad Syamsudin mengatakan Bank Sumsel Babel mendorong konsumen untuk bertransaksi digital dengan mulai mengimplementasikan transaksi nontunai dengan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia. Pihaknya, sangat fokus terhadap transaksi digital bagi nasabah, apalagi di tengah masa pandemi.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung transaksi nontunai, pembayaran tidak perlu lagi pakai cash,” kata dia.

Bahkan, Bank Sumsel Babel telah merancang ekosistem keuangan digital dengan menggunakan QRIS di lingkungan pemerintah daerah (ASN).

Untuk itu dilakukan penambahan merchant, perusahaan bakal menggandeng sejumlah asosiasi UMKM. Di antaranya, perusahaan akan menggandeng asosiasi pempek dan restoran Padang.

Menurut dia, UMKM kuliner merupakan sasaran utama dalam pengembangan transaksi QRIS di Sumsel.         

      

Melalui program CSR, Bank Sumbel memberi bantuan seribu bola.

Kucurkan kredit

Untuk pemulihan perekonomian di Sumsel dan Babel, bank tersebut juga gencar penyaluran kredit bagi pemerintah daerah untuk digunakan sebagai sumber dana pembangunan infrastruktur. “Saat ini ada beberapa daerah yang melakukan pinjaman untuk membiaya pembangunan infrastruktur,” katanya.

Dikatakannya, sudah ada tiga kabupaten di Sumsel yang mendapat kucuran kredit infrastruktur. Plafon kredit tertinggi diberikan kepada Pemkab Banyuasin yang mencapai hampir Rp200 miliar. Sementara Pemkab Pali, kreditnya berkisar Rp90 miliar dan Pemkab Empat Lawang Rp100 miliar dan masih proses. “Pemda hanya meminjam short time dan hanya waktu tiga bulan. Setelah ada dana langsung bayar,” katanya.

Achmad Syamsudin mengatakan sebagai BPD, Bank Sumsel Babel perlu berperan dalam kemajuan daerah. Salah satunya berkontribusi ter­hadap pembangunan infrastruktur lewat kucuran kredit. Apalagi, saat ini semua pemda telah melakukan kebijakan refocussing dan realokasi APBD untuk penanganan covid-19. Sehingga, berdampak terhadap alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur.

“Kredit ini sifatnya dana talangan karena sekarang kan dana mereka terpakai untuk penanganan covid-19. Nanti setelah ada dana akan langsung di bayarkan oleh pemda seperti Pali, sedangkan daerah lain itu sesuai masa kerja kepala daerah tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan ekspansi di kredit produktif merupakan salah satu strategi bisnis Bank Sumsel Babel dalam fungsi intermediasi. “Kredit konsumtif jangan dibuang karena itu kekuatan kami. Sekarang kami tambah kekuatan baru di kredit produktif, ini yang lagi dibangun. Selain infrastruktur, kami juga masuk di sektor pertanian, perikanan karena memang prospeknya bagus,” pungkasnya. (DW/S1-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya