Selasa 27 Oktober 2020, 09:45 WIB

Santan Beku Sumut Mulai Dikapalkan ke Thailand

Yoseph Pencawan | Nusantara
Santan Beku Sumut Mulai Dikapalkan ke Thailand

MI/Dwi Apriani
Karyawan memilah kelapa menjadi bahan baku santan beku.

 

SUMATRA Uara memulai pengiriman santan beku di Thailand dengan nilai ekspor mencapai Rp2 miliar. Karantina Pertanian Belawan telah menyertifikasi produk turunan kelapa berupa santan beku (coconut cream) sebanyak 54 ton.

"Produk itu memiliki nilai ekonomi Rp2 miliar dan ini adalah ekspor coconut cream yang pertama dari Sumut ke Thailand," ungkap Hasrul, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Selasa (27/10).

Produk yang sudah bertolak dari Pelabuhan Belawan pada Minggu (25/10) itu menambah ragam komoditas unggulan asal Sumut yang sukses diekspor ke pasar global. Namun kali ini apresiasi lebih besar disampaikan kepada petani dan pelaku usaha yang telah mampu menembus pasar baru. Terlebih, komoditas yang diekspor PT Mundial Rasa Indonesia itu bukan lagi produk mentah, tetapi sudah berupa produk jadi.

Pada saat bersamaan dikirim juga tujuh komoditas unggulan lain asal Sumut dari Pelabuhan Belawan yakni cengkeh ke Kanada, karet lempengan ke Tiongkok dan India serta kopi biji ke Amerika Serikat dan Tiongkok. Kemudian produk lidi ke Pakistan, pinang biji ke Hongkong, India dan Iran, serai ke Malaysia serta minyak sawit untuk memenuhi permintaan pasar ekspor di Turki dan Tiongkok.

baca juga: Petani Sikka Belum Terima Kartu Tani

Selain itu, Karantina Pertanian Belawan juga menyertifikasi komoditas sektor kehutanan berupa kayu olahan dengan tujuan Tiongkok. Adapun total volume produk dan komoditas yang mereka fasilitasi pengirimannya kali ini sebanyak 13,1 ribu ton senilai Rp159,5 miliar. Lebih jauh Hasrul mengatakan, sinergitas yang telah dibangun dengan semua entitas yang terkait ekspor akan terus ditingkatkan.

Dari sisi percepatan layanan, Balai Karantina Pertanian serta Bea dan Cukai telah berada dalam ekosistem logistik nasional (ELN) dan sudah menerapkan pemeriksaan bersama atau Joint Inspection. Dengan penataan ELN tidak ada lagi proses yang terduplikasi atau replikasi.(OL-3)


 

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

Dua Kekuatan Pemulihan Ekonomi DIY Lewat Pariwisata dan Pendidikan

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:55 WIB
Pemulihan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat pandemi covid-19 akan bertumpu pada dua kekuatan. Yakni pariwisata dan...
MI/Gabriel Langga

Pertamina Maumere Pastikan Suplai BBM Aman Jelang Nataru

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:54 WIB
Stok BBM di terminal BBM Maumere akan disalurkan ke wilayah Nusa Tenggara Timur II yang meliputi Larantuka, Kalabahi, Atapupu, Waingapu,...
MI/Djoko Sardjono

Pilkada, Polres Klaten Terjunkan 638 Personel Pengamanan TPS

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:41 WIB
Sebanyak 638 personel Polres Klaten, Jawa Tengah, akan diterjunkan untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan bupati dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya