Kamis 22 Oktober 2020, 04:20 WIB

Gugatan Perdata bagi Pencemar Sungai Citarum

(DG/YR/Ant/N-3) | Nusantara
Gugatan Perdata bagi Pencemar Sungai Citarum

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Foto udara kondisi limbah industri yang mencemari Sungai Citarum di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019

 

 JANGAN coba-coba mencemari daerah aliran Sungai Citarum dengan limbah pabrik. Nasib mereka dipastikan akan sama dengan 4 perusahaan di Kota Cimahi, Jawa Barat, yang sudah melakukannya.

“Keempat perusahaan itu akan digugat ke pengadilan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka diduga telah mencemari DAS Citarum dengan limbah pabrik,” kata Pelaksana Tugas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, M Ronny, kemarin.

Dia mengaku sebelum proses gugatan ke pengadilan, Dinas Lingkungan Hidup Cimahi sudah melayangkan sanksi teguran, bahkan paksaan. “Karena sanksi itu tak digubris, perusahaan-perusahaan tersebut kemudian diverifi kasi. Kita meneruskannya ke Kementerian LHK untuk diproses hukum.”

Dalam persidangan, lanjut Ronny, Dinas Lingkungan Hidup akan bertindak sebagai saksi. Mereka sudah siap dengan data dugaan pelanggaran pencemaran yang dilakukan keempat perusahaan.

Pada tahun ini, sudah ada dua perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran. Kementerian LHK memenangi gugatan di pengadilan. Kedua perusahaan tersebut adalah PT How Are You Indonesia (HAYI) dan PT Kamarga Kurnia Textile Industry (KKTI).

Keduanya diwajibkan membayar ganti rugi karena mencemari DAS Citarum. PT HAYI dijatuhi denda Rp12,013 miliar dan PT KKTI Rp4,25 miliar.

“Ada juga satu perusahaan yang sepakat untuk membayar denda sebelum digugat. Jadi masalahnya tidak perlu lagi masuk ke pengadilan. Uang dendanya masuk kas negara,” lanjutnya.

Untuk mencegah pelanggaran serupa, tambah Ronny, setiap tahun pihaknya melayangkan surat kepada seluruh perusahaan agar melaksanakan ketentuan sesuai aturan.

Di antaranya meng operasikan  instalasi pengolahan air limbah untuk memproses limbah sebelum dilepaskan ke aliran sungai.

“Kami juga mengingatkan perusahaan untuk kembali melihat dokumen lingkungan yang isinya seputar janji dan komitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan dengan benar,” tandasnya.

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pemerintah kota menyiapkan regulasi sistem pengolahan limbah domestik yang ramah lingkungan. “Tujuannya untuk menjaga kadar kualitas air dan lingkungan,”
kata Sekretaris Daerah Effendy Eko Saswito. (DG/YR/Ant/N-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ampelsa

Sebagian Dana Otsus Papua Barat untuk Bantuan Bibit Ayam bagi Warga tidak Mampu

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:31 WIB
Pemerintah Provinsi Papua Barat menggunakan sebagian dana otonomi khusus untuk menyiapkan bantuan bibit ayam bagi warga tidak mampu di...
MI/JAMAAH

Lestari Moerdijat Ajak Generasi Milenial Jaga Ketahanan Pangan

👤Jamaah 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:20 WIB
Petani merupakan salah satu bagian dari memajukan bangsa turut serta menjaga ketahanan...
Antara

YouTuber Sanuji Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cisanggarung

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:13 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan "youtuber" atas nama Sanuji (37) yang tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya