Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN keracunan makanan di Kampung Cilangge, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya kembali bertambah. Jumlahnya kini mencapai 146 orang dan mereka telag memenuhi enam ruang kelas SDN Puspasari untuk mendapatkan perawaran.
Namun ada juga beberapa pasien yang dirujuk ke Puskesmas Karanganyar sebanyak empat orang, lalu enam orang ke RSUD dr Soekardjo. Hal tersebut lantaran kondisi korban yang mengalami dehidrasi dan dua orang dalam kondisi hamil.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Titie Purwaningsari mengatakan korban keracunan masal yang terjadi mendapatkan perawatan di ruang kelas SDN Puspasari, Puskesmas Mangkubumi, Klinik Azahra, Puskesmas Karanganyar dan RSUD dr Soekarjo serta sebagian berobat jalan.
"Pasien keracunan tersebut disebabkan dari nasi kuning dan snack yang disiapkan untuk syukuran ulang tahun anak. Keracunan tersebut terjadi pada Kamis (8/10) dan terus bertambah hingga mencapai 146 orang, mulai dari balita berjumlah 12 orang, anak 65 orang, dewasa 57 orang dan lansia 12 orang. Sedangkan, tingkat gejala ringan ada 88 orang, sedang 52 orang dan berat 6 orang," kata Titie, Jumat (9/10).
Baca juga: Korban Keracunan Makanan di Tasikmalaya Jadi 114
Menurutnya, pasien keracunan massal terjadi setelah mereka menyantap nasi kuning dan snack yang diberikan. Setelah mengonsumi, mereka semua merasakan pusing, mual, muntah dan diare. Keracunan itu sebagian besar dialami anak dan orangtua yang mendampingi hadir di acara syukuran ulang tahun.
"Petugas telah mengambil sample makanan yang dikonsumsi oleh warga berupa muntahan, nasi kuning (tumpeng), telur, kacang, sambel goreng tempe, tahu, daging ayam, mentimun, kerupuk dan beberapa makanan ringan berada di dalam snack untuk dikirim ke Laboratorium. Sedangkan pasien telah diberikan obat cairan infus RL, antasid, antibiotik, parasetamol, obat mual dan muntah," ujarnya.
Ia mengungkapkan, keracunan massal yang terjadi di wilayahnya diduga berasal dari nasi kuning bersantan ditambah makanan snack. Titie memastikan semua pasien akan kembali normal antara empat dan lima hari, tentu dengan pengawasan keluarga.
"Dalam penanganan pasien keracunan, semua telah ditangani di dalam ruang kelas meskipun penambahan itu dipastikan masih ada. Karena secara estimasi jumlah pengonsumsi nasi kuning mencapai 200 orang. Hanya saja yang hadir di acara syukuran sekitar 100 orang. Membeludaknya pasien keracunan berdampak pada kurangnya tenaga medis," paparnya.(OL-5)
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Polisi mengevakuasi tiga jasad korban yang diduga keracunan makanan dari kontrakan di Jalan Warakas, Jakarta Utara, ke RS Polri Kramat Jati dan menunggu hasil uji penyebab kematian.
Seorang ibu dan dua anak ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas, Jakarta Utara. Polisi mengamankan bungkus makanan dan menyelidiki penyebab kematian.
Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menduga korban mengalami keracunan makanan dan masih menyelidiki kasus ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved