Headline

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menetapkan tarif impor baru untuk Indonesia

Fokus

MALAM itu, sekitar pukul 18.00 WIB, langit sudah pekat menyelimuti Dusun Bambangan

Satgas Covid-19 Babel Minta KBM Tatap Muka Direm

Rendy Ferdiansyah
08/10/2020 11:19
Satgas Covid-19 Babel Minta KBM Tatap Muka Direm
Seorang siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan belajar tatap muka pada masa pandemi di Kota Dumai, Dumai, Riau, Rabu (7/10/2020).(ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

SATUAN Tugas Corona Virus Disease (Satgas Covid-19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta dinas pendidikan untuk mengerem atau menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Juru bicara Satgas Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan saat kasus covid-19 landai, KBM tatap muka bisa dilaksanakan (gas), tapi saat kasus meningkat KBM tatap muka harus direm atau dihentikan.

"Kita gunakan pola gas dan rem. Dan saat ini mengingat kasus positif terus meningkat, langkah yang harus diambil adalah menghentikan atau rem  KBM tatap muka khusus jenjang SMA/SMK," kata Andi, Kamis (8/10).

Untuk itu, pihaknya mengimbau Dinas Pendidikan Babel menghentikan atau mengerem KBM tatap muka untuk mengantisipasi munculnya klaster baru.

"Untuk mewaspadai munculnya klaster pendidikan yang masih mengancam dan bisa memicu korban dari kalangan pendidik maupun peserta didik," ujarnya.

baca juga: Kasus Korona di Tasikmalaya Bertambah Dari Ponpes

Meskipun saat ini sebagian sekolah masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh dan dalam jaringan, namun guru tetap wajib ke sekolah. Andi menambahkan saat ini di Babel ditemukan sejumlah pendidik terpapar covid-19 diduga tertular di lingkungan sekolah atau di luar lingkungan sekolah. Kondisi ini harus menjadi perhatian dan diwaspadai. 

"Terpaparnya tenaga pendidik dan guru di sekolah merupakan early warning bahwa sekolah berpotensi dan bisa menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19. Padahal saat ini sejumlah sekolah telah dibuka kembali utamanya di wilayah berzona hijau dan kuning, tak terkecuali di wilayah berzona oranye," ungkap Andi. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik