Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah Swasta Teungku Chik Dayah Cut Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, sangat memprihatinkan. Karena rusak parah, murid-murid tidak bisa belajar dengan tenang dan nyaman.
Kondisi bangunan tua itu sudah tidak lagi layak digunakan. Jendela-jendela bolong, tembok rusak, plafon jebol. Namun karena keterbatasan dana, itu tetap dipaksa digunakan.
Tidak hanya bangunan yang rusak, fasilitas di kelas pun sangat minim. Tidak ada lemari, rak buku, alat peraga, apalagi laboratorium untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Baca juga : Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Aceh Tunda Penjualan
Kondisi tersebut sangat ironis mengingat lokasi madrasah yang berada tidak jauh dari tugu ditandatanganinya satu naskah penting cikal bakal persiapan kemerdekaan. Lokasi Madrasah tingkat menengah itu juga hanya 50 meter dari Kantor Camat Tiro Truseb.
Kepala Sekolah MTS Teungku Chik Dayah Cut Tiro, Tarmizi, mengaku terpaksa tetap melaksanakan proses belajar mengajar meski kondisi sangat memprihatinkan.
"Kami ingin generasi masa depan dari pedalaman Tiro mampu bersanding dengan putra-putri daerah lain di Nusantara. Mereka yang ada di sini adalah anak cucu pahlawan bangsa," ujar Tarmizi.
Ia berharap ada pihak yang bersedia menaruh perhatian atas kondisi madrasah tersebut. (Z-11)
Pagi yang cerah menandai hari pertama masuk sekolah di awal tahun 2026 di SDN Jombang 05,Ciputat, Kota Tangerang Selatan,Senin (5/12/2026).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Mentari Intercultural School menggandeng Positive Education Schools Association (PESA) untuk mengadopsi Positive Education sebagai pendekatan utama dalam proses belajar mengajar.
Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu dan uji kompetensi tenaga pendidik di Indonesia adalah dengan memberikan sertifikasi guru,.
"Kakak-kakaknya yang ngajar dan semuanya baik banget. Belajarnya juga enggak bikin bosen karena ada gimnya,"
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved