Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menindaklanjuti arahan Menteri Koperasi dan UKM untuk terus memberikan dukungan peningkatan kapasitas SDM pelaku Koperasi dan UMKM agar bisa eksis dan tumbuh di era new normal, Deputi Bidang Pengembangan SDM menyelenggarakan pelatihan serentak di 10 kota yang berpotensi sebagai simpul pertumbuhan kewirausahaan.
Adapun pelatihan tersebut dilakukan di Banda Aceh, Padang, Bandar Lampung, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Cilacap, Banyuwangi, Pekalongan, dan Tapanuli Selatan. Pelatihan itu ditujukan untuk penumbuhan wirausaha pemula dan memperkuat pelaku koperasi dan UMKM, yang dilaksanakan pada 6–10 Oktober.
Baca juga: Berjuang Saat Pandemi, UMKM Butuh Pendampingan
Kementerian Koperasi dan UKM membangun sinergitas dengan seluruh lintas pelaku (Stakeholders) dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional pada masa pandemi covid-19.
Di Kota Palangkaraya Kemenkop UKM melakukan pelatihan dua angkatan yakni Pelatihan Kewirausahaan Kehutanan Sosial dan Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital dan Pembuatan Website Bagi UMKM dengan total peserta 60 orang pelaku koperasi dan UMKM (KUMKM).
“Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dalam mengembangkan kewirausahaan sosial dengan memanfaatkan kehutanan sosial," ungkap Deputi Bidang Pengembangan SDM Arif Rahman Hakim dalam acara Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Neo Palma Palangkaraya. Selasa (6/10).
Arif juga mengatakan, kewirausahaan sosial memiliki visi dan misi untuk menyelesaikan masalah masalah sosial dan/atau memberikan perubahan positif pada masyarakat dan/atau lingkungan dan menginvetasikan kembali sebagian besar keuntungannya untuk misi sosial.
“Kami mengajak berkolaborasi untuk meningkatkan wirausahaan sosial (sociopeneur), khsusnya masyarakat kehutanan sosial, yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat terutama masyarakat perhutanan sosial apalagi pada masa pandemic covid19, semua sektor ekonomi terkena dampak, yang paling merasakannya terutama UMKM," ujarnya.
Arif menambahkan, bahwa sektor pertanian, perikanan, perkebunan relatif lebih tahan terhadap wabah covid-19, mengingat sektor ini menjadi sagat strategis menjadi sumber kebutuhan masyarakat untuk ketahanan pangan, dan jauh dari intraksi sosial dengan masyarakat perkotaan.
“Hutan kemasyarakatan dapat diolah secara bersama-sama dan hasilnya dimanfaatkan bersama-sama. Syukur-syukur komunitas masyarakat perhutanan sosial disini sudah membentuk koperasi, hasil dari pengelolahaan lahan hutan tersebut, koperasi dapat menjadi off taker, untuk menjual hasil perkebunan masyarakat, dan dapat bekerjasama dengan marketplace Tanihub," kata Arif.
Selain memberikan pelatihan tentang sociopreneur untuk masyarakat kehutanan sosial, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM, juga memberikan pelatihan Penggunaan Teknologi Digital dan Pembuatan Website Bagi UMKM.
“Pelatihan ini lebih fokus dan spesifik untuk digitalisasi UMKM, namun sesuai arahan Bapak Menteri Koperasi dan UKM, bahwa semua jenis pelatihan harus disediakan materi digital marketing termasuk pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat strategis dan masyarakat kehutanan sosial," tuturnya.
Digitalisasi UMKM menjadi mutlak dilakukuan, karena UMKM yang eksis dan mampu mempertahankan omzet penjualannya adalah UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, yakni UMKM yang terhubung dengan platform marketplace.
Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut akan membekali peserta pelatihan materi umum antara lain Motivasi Kewirausahaan, Penyusunan Bisnis Plan, Perkoperasian dan Digital Marketing.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Tengah Ati Mulyati menuturkan sangat menyambut baik pelaksanaan program pelatihan ini. Kehadiran Kementerian Koperasi dan UKM bagi kami merupakan berkah, karena pada masa pendemi ini banyak anggaran yang dihemat untuk penanggulangan covid-19.
"Kami siap menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan pelatihan atau program dari Kementerian Koperasi dan UKM kalau masih ada yang belum dilaksanakan,” pungkas Ati. (Des/A-1)
100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved