Rabu 23 September 2020, 00:30 WIB

Wana Artha Diblokir, Nasabah Sengsara

(AT/DW/N-3) | Nusantara
Wana Artha Diblokir, Nasabah Sengsara

MI/Ardi
Dua Puluhan Nasabah Wana Artha Datangi Kejati DIY

 

AGNES Trimudayanti seharusnya bisa hidup dengan baik dari uang pensiunnya. Namun, pilihan warga Yogyakarta itu untuk menyimpan dana di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wana Artha, ternyata telah mengubah peruntungannya.

"Sejak Januari, saya tidak lagi mendapatkan bunga. Padahal, kehidupan saya dan anak-anak sangat bergantung pada uang pensiun itu," jelasnya.

Nasib serupa juga terjadi pada Sumartono. Bedanya, warga Kulonprogo itu memasukkan dana ganti rugi pembebasan lahan Bandara Internasional Yogyakarta yang ia terima ke Wana Artha Life.

"Sejak dua bulan lalu, saya tidak mendapatkan hak saya. Dana yang saya simpan juga tidak bisa dicairkan," jelas dia.

Selain Sumartono, ada lebih dari 10 warga Kulonprogo penerima ganti rugi pembebasan lahan juga menyimpan dana mereka di Wana Artha. Rata-rata satu orang menyimpan dana lebih dari Rp1 miliar.

Kemarin, Agnes, Sumartono, dan 20-an nasabah Wana Artha menggelar aksi damai di kantor Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menyampaikan surat permohonan perlindungan keadilan dan penegakan hukum yang berkeadilan atas kasus Wana Artha Life. "Saya akan teruskan ke pimpinan," ujar juru bicara Kejati DIY Djaka D Wibisana.

Aksi digelar para nasabah menjelang rencana penuntutan perkara Jiwasraya yang akan digelar 5 Oktober. Sebelumnya, Jaksa juga menyita subrekening efek Wana Artha yang berdampak pada 26 ribu nasabah dan pemegang polis. Penyitaan dilakukan sebagai barang bukti perkara dugaan korupsi Jiwasraya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Aksi serupa juga digelar di Palembang, Sumatra Selatan. Para pemegang polis memilih mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan.

"Kami sudah enam bulan tidak mendapat kejelasan soal dana yang kami simpan. Pemerintah jangan menyita rekening Wana Artha supaya nasabah bisa mendapat hak mereka kembali," ujar Simon Novianto, mewakili sekitar 40 rekannya.

Kabag Perlindungan Konsumen OJK, Anjar Sumarjati, berjanji akan memberikan perlindungan para nasabah sesuai aturan OJK. (AT/DW/N-3)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Animo Tinggi, Vaksinasi Di Gedung Sepintu Sedulang Bangka Membludak

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 12:10 WIB
ANIMO masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Bangka begitu tinggi. Hal ini menimbulkan kerumunan warga saat...
MI/Haryanto

NasDem Buka Posko Vaksinasi Covid-19 di Salatiga

👤Haryanto 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 11:31 WIB
Fadholi berharap jumlah vaksin yang disiapkan dapat menjangkau warga yang antre, mengingat jumlah yang disiapkan sangat...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Pemkot Bogor Uji Coba Bus Listrik Gratis Satu Bulan

👤Dede Susianti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 11:17 WIB
Mulai hari ini, Rabu (4/8) hingga satu bulan ke depan, Pemerintah Kota Bogor akan melakukan uji coba operasi satu bus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya