Kamis 17 September 2020, 19:43 WIB

Sembilan Kecamatan di Sikka Rentan Rawan Pangan

Gabriel Langga | Nusantara
Sembilan Kecamatan di Sikka Rentan Rawan Pangan

MI/Ferdinandus Rabu
Ilustrasi pasokan beras untuk hindari kerawanan pangan

 

KEPALA DINAS Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Hengki Sali, mengatakan dari hasil analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) sesuai dengan indikator ketersediaan pangan yakni luas tanam dan luas puso dari komoditi padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar, dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka terdapat sembilan kecamatan yang masuk kategori rentan terhadap kerawanan pangan.

Kesembilan kecamatan itu yakni Kecamatan Tanawawo, Lela, Mapitara, Talibura, Waigete, Hewokloang, Kangae, Nita dan Alok.

"Ada sembilan kecamatan di Kabupaten Sikka yang masuk rentan pangan. Ini berdasarkan hasil analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi. Analisis ini bersifat sementara," kata Hengki Sali kepada Media Indonesia, Kamis (17/9).

Dikatakan dia, masih ada sebelas kecamatan lain yang dikategorikan waspada pangan yakni Kecamatan Mego, Palue, Koting Nelle, Magepanda, Alok Timur dan Alok Barat.

Hal ini disebabkan karena pada bulan Juni, luas tanam untuk beberapa komoditi tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan rata-rata luas tanam lima tahun terakhir di bulan yang sama.

"Jadi di Kabupaten Sikka hanya Kecamatan Paga yang stok pangannya aman. Sementara kecamatan lain di atas itu, ada rentan kerawanan pangan dan waspada," papar dia.

Baca juga: Tiga Kelurahan di Kota Sukabumi Rawan Pangan

Berdasarkan indikator akses pangan sesuai analisis SKPG, ungkap Hengki Sali, terdapat sembilan kecamatan di Sikka dalam kategori waspada. Hal ini disebabkan kata dia, adanya peningkatan harga komoditas daging ayam dan jagung di tingkat konsumen.

Sedangkan 12 kecamatan lainnya dalam kategori aman yakni Paga, Mego, Tana Wawo,  Lela, Bola, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Palue, Koting, Nita dan Magepanda.

Dari aspek pemanfaatan pangan yang menjadi indikator analisis adalah data status gizi balita hasil penimbangan di posyandu setiap bulan. Data menunjukkan dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka hanya satu kecamatan yang masuk kategori waspada yakni Kecamatan Hewokloang. Sedangkan 20 Kecamatan lainnya dalam kategori rawan.

"20 kecamatan kategori rawan, hal ini disebabkan jumlah balita yang naik berat badannya sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah balita yang ditimbang pada bulan Juli," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Abriawan Abhe

BNPB Kerahkan 4 Helikopter Bantu Penanganan Banjir Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Minggu 24 Januari 2021, 08:02 WIB
Helikopter digunakan untuk melakukan pemantauan kondisi banjir dan mensuplai bahan makanan ke daerah yang...
ANTARA

Keterisian Ruangan Isolasi Covid-19 di Riau Rata-rata 30%

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:52 WIB
Hingga Jumat (22/1) malam terdapat penambahan 122 kasus terkonfirmasi...
123.rtf

Gubsu Minta Kawasan Danau Toba Ramai Ditanam Macadamia

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:44 WIB
Selain untuk penghijauan dan menjaga degradasi lahan, tanaman Macadamia juga, kata Edy, memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya