Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN kemarau basah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon tetap melakukan antisipasi krisis air bersih.
"Hingga kini belum ada laporan resmi desa yang mengalmai krisisi air bersih," ungkap Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Ayip Sutrisno, Kamis (3/9).
Kemarau tahun ini menurut Ayip sifatnya kemarau basah. Kemarau basah yaitu keadaan pada musim kemarau saat curah hujan yang terukur melebihi atau di atas rata-rata normalnya.
"Hujan juga masih beberapa kali mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan sekalipun saat ini sudah musim kemarau," ungkap Ayip.
baca juga: Baru Tiga Desa di Purbalingga Krisis Air Bersih
Kemungkinan karena kemarau basah yang menyebabkan hingga kini krisis air bersih belum terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan.
"Tapi kami terus memantau daerah-daerah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut," ungkap Ayip.
Bahkan tidak hanya BPBD, instansi terkait lainnya juga telah melakukan pemantauan tersebut.
Saat ditanyakan daerah mana saja yang tahun ini diprediksi mengalami krisis air bersih menurut Ayip masih sama dengan tahun sebelumnya. Pada 2019, krisis air bersih terjadi di 19 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Kuningan. Masing-masing Desa Cihanjaro, Simpayjaya, Sukasari, Segong, Cileuya, Cimahi, Jambugeulis, Baok, Ciwaru, Partawangunan, Kalimanggis Wetan, Kertawana, Legok, Cibulan, Cihideung Girang, Mekarjaya, Bendungan, Cipedes dan Sukarasa. (OL-3)
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved