Selasa 25 Agustus 2020, 18:32 WIB

Geliat Ekonomi Masyarakat di Kawasan Weda, Halmahera

mediaindonesia.com | Nusantara
Geliat Ekonomi Masyarakat di Kawasan Weda, Halmahera

Ist
Kawasan industri di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

 

HALMAHERA dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, dan nikel adalah salah satu mineral yang banyak terkandung di pulau terbesar di Kepulauan Maluku tersebut.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus menggenjot hilirisasi bahan-bahan mentah di Tanah Air. Nikel menjadi salah satu yang disebut akan bisa memperbaiki defisit transaksi berjalan Indonesia karena akan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium.

Salah satu kawasan industri yang diperuntukkan untuk memfasilitasi proses pengolahan mineral dan produksi komponen baterai lithium tersebut adalah Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang terletak di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Kawasan industri yang berdiri sejak tahun 2018 ini pun kehadirannya diakui masyarakat semakin memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi desa yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Saat ini, usaha kecil-menengah yang dijalankan oleh warga sekitar pabrik semakin menjamur. Semakin banyak ditemui usaha milik warga seperti warung makan, warung kelontong, laundry, dan juga kos-kosan. 

Salah satunya Raher Jafar, penduduk asli Desa Lelilef Waibulan, yang memiliki usaha warung kelontong dan kos-kosan. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, menurut Raher, kehadiran IWIP membuat desanya menjadi lebih ramai, dan hal itu berdampak positif pada perputaran ekonomi di sana. 

“Dulu pendapatan kita Rp3 juta, dengan adanya IWIP bisa Rp 7 juta sampai Rp 10 juta. Karena kita kan ada usaha juga. Ada usaha kosan dan jualan sembako. Maksudnya kita dari masyarakat berharap perusahaan IWIP harus tetap ada karena dengan adanya perusahaan IWIP pendapatan kami masyarakat juga meningkat,” ungkap Raher.

Sementara itu, Kepala Desa Lelilef Waibulan, Arif Gaim, mengemukakan, sebelum adanya IWIP, tidak ada kos-kosan di daerah tersebut. Kini dengan kehadiran perusahaan tersebut dan banyaknya tenaga kerja yang diserap, membuat roda ekonomi berputar di desanya.

“Nelayan, petani, dan orang yang berkebun dahulu jualan saja susah, karena siapa yang mau beli? Tapi dengan keberadaaan perusahaan dan banyaknya pekerja, sekarang jangankan jualan di pasar, jual di jalan saja sudah banyak yang beli. Artinya kehidupan masyarakat lebih meningkat,” ujarnya.

Perkembangan desa-desa di sekitar kawasan industri merupakan kontribusi nyata dari kehadiran IWIP di Weda. Semakin berkurangnya pengangguran, meningkatnya daya beli masyarakat, hingga peningkatan taraf hidup adalah dampak dari perputaran roda ekonomi yang terjadi.

“Masyarakat kita yang belum ada pekerjaan sekarang sudah ada kerja, yang sekolahnya sudah selesai juga punya pekerjaan. Kita harus jujur untuk mengakui dan kita menyadari itu," tegas Naftali Loha, tokoh masyarakat Desa Gemaf.

"Bahwa kehadiran perusahaan ini tidak merugikan dan malah menguntungkan bagi masyarakat sehingga masyarakat itu punya usaha kecil-kecilan. Bukti itu ada di sepanjang jalan,” ujar Naftali. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Banyak Lansia di Sulut Takut Divaksin

👤Ant 🕔Selasa 11 Mei 2021, 01:35 WIB
"Stok vaksin sangat cukup, cuma perlu pendekatan ekstra untuk para lansia karena banyak yang masih takut divaksin Covid-19,"...
Kemenparekraf

Wisata Kepri Dibuka Agustus Sasar Turis Singapura

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 11 Mei 2021, 01:00 WIB
Kawasan wisata Bintan Resort Cakrawala di Lagoi Bintan saat ini dianggap memenuhi kriteria aman menerima turis...
Dok. Korlantas Polri

Korlantas Polri Sebut Arus Kendaraan ke Jateng dan Jatim Turun 60%

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 11 Mei 2021, 00:02 WIB
"Berdasarkan pantauan hari ini, volume arus kendaraan menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur turun hingga 60 persen," ucap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya