Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kasus positif covid-19 di Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami penurunan, namun Gubernur Sumsel Herman Deru meminta masyarakat waspada dan menggunakan masker dalam aktivitas di luar rumah.
Saat ini terdata jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel mencapai 3.910 kasus, dimana konfirmasi yang masih aktif perawatan ada 1.101 orang, sembuh ada 2.601 dan meninggal dunia 207 orang.
Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, Herman Deru mengaktifkan Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) yang berisi anggota gabungan dari Tim Penggerak PKK Sumsel bersama DPD IKATPK, Selasa (18/8).
Tim Gebrak Masker ini memulai pembagian masker kain kepada masyarakat di sejumlah tempat. Pembagian masker tersebut merupakan bagian dari upaya mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat.
Gebrak Masker, jelas Herman Deru, yakni dengan cara membagikan masker ke masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan di masing-masing instansi. Baik TNI, Polri, pemerintahan hingga komunitas masyarakat lainnya. Hanya saja, pelaksanaannya kali ini melibatkan alumni dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
"Alumni ini kan banyak yang duduk di pemerintahan. Harapannya, keterlibatan mereka dapat mempengaruhi lingkungan tempat mereka bekerja atau tinggal," ujar Deru usai melepas Tim Gebrak Masker di Griya Agung, kemarin.
Ia mengatakan upaya pencegahan dengan menggunakan masker tersebut dilaksanakan sembari menunggu vaksin covid lulus uji klinis dan bisa digunakan ke manusia.
"Selama vaksin belum ditemukan, kita berupaya untuk menekan angka penyebarannya. Dan satu-satunya jalan yakni pelaksanaan protokol kesehatan," katanya.
Herman Deru menuturkan pihaknya juga telah menyiapkan aturan berupa pergub mengenai kewajiban melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 di masyarakat. Ia mengaku draf atau rancangan Pergub tersebut sudah selesai dan tengah menunggu persetujuan Mendagri.
Hanya saja, seiring berjalannya waktu ada perbaikan atau semangat masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada. "Kenapa kita beri sanksi kalau masyarakat sendiri sudah sadar dengan sendirinya," ungkapnya.
Kedisiplinan masyarakat dapat dilihat dari penurunan jumlah orang yang terjangkit dalam beberapa minggu terakhir. Namun, apabila jumlahnya kembali mengalami peningkatan, Pergub akan segera diberlakukan.
"Kami akan lihat dulu situasinya. Kalau memang ada pengabaian dari masyarakat atau masa bodoh dengan pelaksanaan protokol kesehatan, maka akan segera kita berlakukan," ucapnya.
Ia juga mengimbau kepada Bupati maupun Walikota untuk dapat mengingatkan kembali masyarakatnya tentang disiplin protokol kesehatan Covid-19.
"Pemberlakuan sanksi ini merupakan jalan terakhir untuk menertibkan warga. Makanya saya harap Bupati dan Walikota bisa ikut serta mengingatkan warganya agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19," ungkapnya. (OL-13)
Baca Juga: Swab Massal di Kalimantan Selatan Lampaui Target
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara Kemendagri dan TP PKK Pusat.
Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan IDAI menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Gerakan Membaca Buku KIA, Membangun Generasi Emas.
Dukungan terhadap kegiatan UMKM sangat penting. Apalagi para pelaku UMKM diketahui didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga yang memerlukan pembinaan dari pemerintah.
PARA kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) disebut sebagai garda terdepan yang berperan penting dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan keluarga.
,PERINGATAN Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Rakernas X PKK sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 Dekranas Tahun 2025 akan diselenggarakan di Samarinda dan Balikpapan.
Suwirya mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir, terutama ibu-ibu PKK dan para kepala dusun yang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved