Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan, sebanyak 24 dari 260 orang pasien yang dinyatakan positif covid-19 meninggal dunia 260 orang atau 9,23 persen per Kamis (13/8).
"Kasus pasien yang meninggal saat ini mencapai 24 orang dari 260 orang atau sudah 9,23 persen dari jumlah kasus konfirmasi covid-19," katanya.
Untuk penambahan kasus meninggal pada Kamis (13/8), lanjut dia, sebanyak dua orang, yaitu kasus 254 dan kasus berasal dari Kota Bengkulu. Penambahan tersebut, yakni kasus 259 seorang laki-laki berusia 55 tahun asal Kota Bengkulu, dengan keluhan batuk, sesak nafas dan lesu, saat ini isolasi mandiri. Selanjutnya, kasus 260 seorang perempuan berusia 36 tahun asal Kota Bengkulu. Tidak ada keluhan, saat ini isolasi mandiri.
Jumlah total sampel swab yang diperiksa sampai dengan saat ini sebanyak 3.603 sampel, jumlah total sampel positif sebanyak 260 sampel, jumlah sampel yang proses pemeriksaan sebanyak 65 sampel.
Untuk mengantisipasi penyebaran, Dinkes terus melakukan tracing kasus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Universitas Bengkulu (Unib), selama dua hari.
Tes swab di Unib selama dua hari akan melakukan pemeriksaan sebanyak 100 orang mulai dari dosen, pegawai dan mahasiswa. (OL-12)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved