Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga jual berbagai jenis ikan di pasar Palu, Sulawesi Tengah, melonjak. Penyebabnya, banyak nelayan yang tidak melaut akibat gelombang tinggi.
Pantauan mediaindonesia.com di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu, Kamis (13/8), harga ikan rata-rata mengalami penaikan Rp20 ribu per kilogram (kg).
Ikan kembung misalnya. Jika sebelumnya dijual Rp15 ribu/kg, kini menjadi Rp35/kg. Ikan ekor kuning dan cakalang yang biasanya dijual Rp50 ribu/kg, kini menjadi Rp70 ribu/kg.
Tidak hanya itu, ikan karang, yakni ikan katamba kini mencapai Rp80 ribu/kg. Padahal semula harganya Rp60 per kg.
Menurut pedagang, stok ikan yang sedikit masuk ke pasar menjadi penyebab mahalnya harga ikan.
"Stok sedikit masuk ke pasar karena banyak nelayan yang tidak turun melaut. Alasan para nelayan karena gelombang tinggi yang sudah terjadi sejak dua minggu terakhir," ujar Andi Kamal, pedagang di pasar, Kamis (13/8).
Baca juga: Produktif di Tengah Pandemi, Petani Jirak Panen Padi SRI Organik
Seorang nelayan di kampung nelayan Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur Burhan Mangge menyebutkan sudah dua minggu cuaca tidak bersahabat di perairan Selat Makassar.
Hal tersebut yang membuat banyak nelayan dari Palu dan Donggala tidak turun melaut. "Gelombang mencapai empat meter. Bahkan di tengah laut itu bisa mencapai tujuh meter. Jelas itu jadi penghambat kami untuk melaut," paparnya.
Berdasarkan prakiraan tinggi gelombang yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai awal Agustus hingga akhir Agustus, gelombang sedang, tinggi, dan sangat tinggi masih terjadi di beberapa perairan Indonesia. Termasuk perairan Selat Makassar yang tinggi gelombangnya bisa mencapai tujuh meter.
Oleh karena itu, BMKG juga mengeluarkan imbauan agar sejumlah nelayan untuk tidak melaut sampai gelombang bisa kembali normal. (OL-14)
BMKG rilis peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia 19-22 Maret 2026. Cek daftar wilayah dan imbauan keselamatan pelayarannya.
Tujuh kru KM Ganda Nusantara 17 berhasil dievakuasi dengan bantuan KM Sabuk Nusantara 115 yang melintas di perairan tersebut setelah mengalami insiden di Maluku Utara.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot
BMKG menetapkan status zona merah untuk sejumlah wilayah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/3).
BBMKG Denpasar rilis peringatan dini gelombang 5 meter dan angin kencang 40 knot di Bali akibat bibit siklon 90S. Cek wilayah terdampak di sini.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Nelayan di Poncosari, Bantul mengapresiasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) gagasan Presiden Prabowo.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved