Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan kembali terjadi di tepi jalan Tol Palembang-Indralaya, Dea Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Olir, Selasa (11/8). Mendapat laporan adanya kebakaran lahan tersebut, tim satuan tugas gabungan diterjunkan untuk memadamkan kobaran api dan asap yang menutupi jalan.
"Kebakaran di dekat tol terjadi hari ini. Tim satgas darat dan udara sudah memadamkan api secara maksimal," kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, Selasa (11/8).
Menurut Ansori, belum tercatat luas lahan terbakar di tepi jalan tol trans sumatra itu. Sebab tim masih fokus pemadaman lahan untuk mengemdalikan kabut asap. "Luas lahan belum dilaporkan, diusahakan api secepatnya padam. Dan pada siang tadi kita mendapat laporan bahwa api sudah padam, sekarang sedang dalam tahap pendinginan," kata dia.
Diakuinya, dalam kebakaran lahan itu tercatat ada empat hektar lahan yang hangus terbakar. "Di area yang terbakar itu merupakan lahan mineral yang tumbuh semak belukar. Dan kami tegaskan sekarang sudah padam," ucapnya.
Terkait luasan lahan terbakar sepanjang tahun 2020, Ansori menyebut hingga kini baru ada 13 hektare lahan terbakar. Data ini belum termasuk titik kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Komandan Lanud SMH Palembang, Kolonel Pnb Firman Wirayuda menyebut penanganan kebakaran lahan di Ogan Ilir diterjunkan tiga unit helikopter waterboombing. "Untuk Indralaya hari ini kita kirimkan tiga heli water bombing untuk pemadaman di lokasi. Tim ini dibantu satgas darat yang sudah siaga di lokasi," kata Firman.
Khusus penanganan karhutla di Sumsel, Firman menyebut satgas udara sudah menyiapkan 12 heli water boombing. Dua heli digunakan untuk patroli dan sisanya untuk pemadaman. "Total kita ada 12 heli, maksinal heli yang digunakan untuk water boombing
itu ada 8 unit. Ini kita maksimalkan di lapangan, titik kecil kebakaran kita padamkan," katanya.
Selain helikopter, hari ini ada satu unit pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC). Pesawat rencananya mulai terbang esok hari (12/8) mencari titik-titik potensi hujan.
"Besok kita usahakan sudah mulai terbang untuk TMC. TMC kita datangkan karena di Sumsel masih ada potensi hujan, menurut BNPT masih berpotensi," pungkasnya. (OL-12)
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
Banjir bandang dan longsor di Ngawen, Gunungkidul mengakibatkan belasan rumah rusak, kendaraan terseret air, dan akses jalan terputus. Cek detail kerugiannya.
Tembok SMPN 182 Jakarta sepanjang 65 meter roboh diduga akibat tanah urukan labil. BPBD DKI memastikan tak ada korban amun drainase sekolah tersumbat total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
BRI mendukung pelaku UMKM seperti Wiwin Agustina, pemilik Catering Dapur Ibu, dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ogan Ilir.
Pemadaman api terhambat karena air di dekat lahan kebakaran sudah habis.
Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palembang.
Kabut asap di Ogan Ilir sudah muncul sejak tiga pekan terakhir.
Kencangnya angin membuat kebakaran makin meluas.
Belum bisa dipastikan sampai kapan para santri tersebut nantinya bisa kembali ke pondok pesantren.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved