Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN embangunan bakal makam sesepuh sunda wiwitan merupakan bentuk bakti anak terhadap orangtua. Bupati Kuningan meminta semua pihak untuk bisa menahan diri.
Bupati Kuningan, Acep Purnama menjelaskan kini komunikasi yang antara dirinya dan pihak paseban sudah berjalan lancar. "Salah satu cara penyelesaikan masalah ini memang dengan komunikasi. Alhamdulillah kini komunikasinya lancar," ungkap Acep, Jumat (7/8).
Dengan komunikasi yang telah dilakukan Acep juga mengaku pihak paseban sudah mengerti apa yang dilakukan saat itu merupakan tindakan selaku kepala daerah demi kondusivitas.
Selanjutnya Acep meminta semua pihak bisa menahan diri dan bersabar. Pihaknya juga tengah melakukan komunikasi dengan pihak yang keberatan. Semua dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang sama dengan menitikberatkan pada kepentingan semua, bukan kepentingan satu golongan saja. "Ada pepatah Sunda, herang cai na, beunang lauknya," ungkap Acep.
Pada kesempatan itu Acep juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memiliki pemikiran yang intoleran dan diskriminatif. "Itu jauh dari benak saya," ungkap Acep. Namun Acep juga mengakui bahwa untuk adil tidaklah mudah. Sebagai bupati, dirinya memohon maaf jika ada kebijakannya yang tidak bisa memuaskan semua pihak.
Sementara itu, Pupuhu Adat masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Gumirat Barna Alam, menjelaskan bahwa sebagai putra Pangeran Djatikusuma, mereka hanya ingin mewujudkan bakti kepada rama (ayah). "Saya hanya ingin mewujudkan bakti kami kepada Rama yang kami cintai di ujung hayatnya," ungkap Gumirat.
Sebagai Pupuhu Adat, Gumirat memiliki harapan besar kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat untuk mendukung niat dan keinginan mereka.
Sesungguhnya, lanjut Gumirat, tidak pernah terlintas sedikit pun di benak mereka untuk menciderai keyakinan atau agama yang lain. "Karena saya yakin bahwa semua orang adalah saudara," ungkap Gumirat.
Sejak awal, masyarakat AKUR sangat menjunjung tinggi ajaran leluhur mereka dalam menciptakan perdamaian. "Leluhur kami mengajarkan agar kami senantiasa menjalin harmoni dan hidup berdampingan dalam damai, tidak hanya dengan manusia namun juga dengan semesta," ungkap Gumirat.
Gumirat juga yakin, bahwa setiap rama maupun kepercayaan mengajarkan kedamaian dan hidup bersama dalam naungan nilai-nilai kebaikan dan persatuan. "Ke depannya kami berharap kita semua bisa bersama-sama merajut tali persaudaraan". (OL-13)
Sekolah lapang memerlukan dukungan dan kemitraan berbagai pihak agar fokus utama dalam pemberdayaan masyarakat bisa tercapai.
Masyarakat adat Dayak tidak bisa dipisahkan dari alam, dari hutan, dari sungai dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya tetapi sekaligus menjaga dan merawatnya.
Jaga Kekondusifan di Bumi Melayu, Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi
SRI Sultan Hamengku Buwono X turut hadir dalam acara resepsi pernikahan Stevi Harman dan Mario Pranda yang digelar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.
Dia harap suasana keakraban tetap terjalin. Selain itu, tidak saling menjelekkan dan memaki.
Gelar Tadulako yang diterima oleh Hermansyah ditandai dengan pemasangan Siga, ikat kepala yang jadi simbol kebesaran masyarakat adat Kaili.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pemkab Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai hampir Rp 10 miliar.
Dengan total anggaran mencapai Rp 355 miliar, seluruh pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mematuhi ketentuan yang berlaku.
Budi membeberkan ada sejumlah jalan yang terdampak dari kegiatan Reuni Akbar 212 ini. Masyarakat diminta menghindari jalan tersebut.
Program pelatihan untuk petani muda ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan.
FENOMENA supermoon atau purnama perigee terlihat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bulan terlihat lebih terang dan dekat sekali pun tertutup awan.
PULUHAN siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kuningan diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG). Mereka mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved