Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN farmasi Korea Selatan, Daewoong Infion mengaku senang bisa membantu perkembangan industri farmasi di Indonesia. Apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini, ketika dunia sangat membutuhkan vaksin untuk mengatasi virus korona.
Untuk itu mereka akan terus berusaha memainkan peranan dengan mentransfer pengetahuan mereka agar industri farmasi di Indonesia semakin berkembang. “Kami senang sekali dapat memainkan peran utama dalam memajukan industri farmasi Indonesia dengan mengekspor bahan baku obat ke Korea Selatan, yang merupakan negara maju di bidang farmasi,” ujar President Director Daewoong Infion, Suh Chang-woo dalam siaran persnya, Jumat (7/8).
Baca juga: Asosiasi Desak Pemerintah Percepat Industri Bahan Baku Farmasi
"Daewoong Infion, perusahaan biofarmasi pertama di Indonesia, telahm emimpin industri biofarmasi Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan produk biofarmasi berkualitas tinggi kepada pasien," imbuhnya.
Setelah mendirikan Daewoong Infion, perusahaan joint venture antara Daewoong Pharmaceutical dan Infion pada 2012, Daewoong Group membuka pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Mereka melakukan transfer teknologi biofarmasi unggulan dari Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan manufaktur berbagai produk biofarmasi di Indonesia.
Daewoong Infion saat ini memproduksi erythropoietin (EPO) dalam bentuk produk jadi dan larutan murni di Indonesia. Produk EPO milik Daewoong merupakan produk untuk mengobati anemia pada pasien yang menderita gagal ginjal kronis, menjalankan dialisis, dan mengidap anti-kanker. Produk EPO Daewoong telah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada Januari lalu. Sejak diluncurkan pada 2017, produk itu mampu menjadi produk dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia hanya dalam waktu enam bulan dan terus menjadi produk yang terbaik.
Hasilnya, Daewoong Infion mampu membukukan lebih dari Rp145 miliar dari penjualan reverse export produk EPO yang berbentuk bulk/produk semi jadi dalam waktu tiga tahun berkat strategi dualisasi produksi yang dilakukan perusahaan melalui kerja sama dengan Daewoong Group. Daewoong Infion memproduksi produk EPO dalam bentuk bulk/produk semi jadi dan produk jadi. Lalu, Daewoong Pharmaceutical mengimpor bulk /produk semi jadi EPO ini dari Indonesia ke Korea untuk diproduksi menjadi produk jadi. Produk EPO tersebut oleh Daewoong Pharmaceutical dijual di Korea dengan nama merek berbeda.
Sementara itu, Daewoong Infion akan berekspansi ke pasar farmasi Timur Tengah senilai Rp970 triliun. Perusahaan memperoleh sertifikasi halal untuk produkEpidermal Growth Factor (EGF) pada Mei lalu setelah produk EPO milik Daewoong mendapatkan sertifikasi halal pada bulan Januari. Total penjualan reverse export produkEPO diperkirakan akan melampaui Rp200 miliar hingga akhir 2020. (Ant/A-1)
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Sebagai obat pereda nyeri (analgesik), penggunaan tramadol wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Pengguna sering kali mengincar efek instan Tramadol berupa tubuh yang terasa lebih segar, peningkatan energi, hingga lonjakan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved