Kamis 23 Juli 2020, 04:25 WIB

Menjaga Pengungsi tidak Kena Pandemi

Lina Herlina | Nusantara
Menjaga Pengungsi tidak Kena Pandemi

MI/Lina Herlina
Para pengungsi dari Luwu Utara diperiksa dinas kesehatan setempat.

 

LUWU Utara menjadi ujian pertama bagi pemerintah menangani pengungsian di tengah pandemi. Daerah ini dihempas banjir bandang, pekan lalu, sehingga 3.627 kepala keluarga atau 14.483 jiwa harus hidup di tenda-tenda pengungsian.

Bagi Prof Ridwan Amiruddin, pakar epidemiologi Universitas Hasanuddin, Makassar, hal itu bukan kabar yang sedap di telinga. "Setelah banjir bandang, kasus covid-19 berpotensi meningkat signifi kan di Luwu Utara dan Luwu Raya," ujarnya memberi peringatan, kemarin.

Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo. Angka pertumbuhan kasus di wilayah ini sekitar 0,5-1,2, sebelum banjir bandang. Di Luwu Utara, sebelum bencana alam sudah ditemukan 41 kasus warga terjangkit.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel ini menambahkan bahwa potensi penularan terjadi akibat pergerakan populasi ke wilayah bencana dengan berbagai kepentingan yang bersifat urgen.

"Banyak relawan dari wilayah episentrum, seperti Makassar dan kota lain, yang akan melewati beberapa kabupaten/ kota menuju pusat bencana. Mereka tentu akan berinteraksi dengan banyak orang yang terkadang mengabaikan protokol kesehatan," urainya.

Bencana banjir bandang memaksa ribuan warga mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Jumlah tenda-tenda pengungsian yang terbatas, membuat kepadatan dan protokol kesehatan sulit dilakukan.

Belum lagi, fasilitas umum kebersihan untuk sarana air bersih mandi, cuci, dan kakus sangat minim.

Dengan alat pelindung diri yang sangat minim, potensi terjadinya transmisi penyakit, termasuk korona, sangat besar. "Beberapa pekan ke depan, kasus terlapor akan mengalami peningkatan," tegasnya.

Di lokasi bencana, sebanyak 497 korban banjir bandang di enam kecamatan mulai terserang penyakit. Selain infeksi pernapasan, mereka juga mengalami diare, gatal, luka-luka, dan hipertensi.

"Kami sudah menurunkan tim kesehatan ke tenda pengungsian. Saat ini, pemkab sudah membuka delapan posko kesehatan, juga layanan keliling," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Ia juga mengaku sudah menyiapkan ketersediaan air dan sanitasi. "Itu jadi prioritas kami di lokasi pengungsian," tandasnya. (LN/N-3)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Tebing Tinggi Akan Punya Perguruan Tinggi Negeri

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 21 Januari 2021, 08:28 WIB
Wali Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara Umar Zunaidi berharap kotanya memiliki perguruan tinggi untuk mewujudkan Tebing Tinggi sebagai...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Naik, Masyarakat Diminta Disiplin Prokes

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 21 Januari 2021, 07:06 WIB
Sebanyak 3.364 orang sembuh, 223 meninggal dunia, dan 467 dalam perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri dengan pengawasan tim...
MI/Gabriel Langga

Pemkab Sikka Tetapkan Darurat Bencana

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 21 Januari 2021, 06:51 WIB
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sikka meminta Kadis Pertanian dan jajarannya untuk secepatnya melakukan pendataan terhadap lahan sawah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya