Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Balai Taman Nasional (TN) Matalawa, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, gencar melakukan sosialisasi manfaat hutan bagi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sosialisasi dilakukan lewat berbagai media di antaranya pemutaran film mengenai taman nasional.
"Kita sampaikan bahwa hutan ini bukan buat petugas, melainkan buat masyarakat. Kalau rusak, mesyarakat akan rugi karena anak-anak dan cucu mereka tinggal di situ," kata Kepala Balai Taman Nasional Matalawa, Memen Suparman, Selasa (21/7).
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Tetap Prioritas di Tengah Pandemi Covid-19
Pemutaran film dan sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian hutan digelar di lokasi-lokasi yang selama ini rawan kebakaran.
Kegiatan tersebut dinilai membuahkan hasil karena titik-titik hotspot terus berkurang. Selama Selasa, tidak ada laporan hotspot. Sedangkan selama pekan lalu, satelit memantau tiga titik hotspot. Namun setelah diperiksa hanya satu titik yang terjadi kebakaran.
"Kita terus berupaya, teman-teman siang melakukan penyuluhan, malamnya ada pemutaran film di beberapa lokasi yang rawan," tambahnya.
Baca Juga: Anggaran Pemprov Sumsel Cegah Karhutla Naik lebih 20 Kali Lipat
Upaya lainnya pemberdayaan masyarat dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan zona tradisional dengan menanam tanaman seperti jahe, kemiri, dan pinang, sekaligus menjaga kawasan tersebut dari ancaman kebakaran.
Kegiatan lain adalah melakukan patroli bersama pihak kopolisian dan TNI. Namun sejauh ini, belum ada pelaku pembakaran hutan dan lahan yang tertangkap. (PO/OL-10)
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved