Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Proyek Jembatan Bangkoor Dibiarkan Mangkrak

Gabriel Langga
18/7/2020 10:50
Proyek Jembatan Bangkoor Dibiarkan Mangkrak
Jembatan Bangkoor yang dibangun sejak Oktober 2019 hingga kini belum selesai.(MI/Gabriel Langga)

PROYEK jembatan Bangkoor senilai Rp1.264.143.000 di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mangkrak. Padahal jembatan itu diharapkan bisa menopang aktivitas warga setempat. 

"Buat warga di sini setengah mati untuk beraktivitas saat ini. Mau jalan kiri kanan tidak bisa. Mana lagi jalan juga lumpur. Saya ini sudah kasih tanah dengan cuma-cuma, tidak dikasih uang. Baru proyek ini mangkak lagi" ungkap Yosep Ba Moa Mekeng warga Desa Bangkoor kepada mediaindonesia.com, Sabtu (18/7).

Jembatan Bangkoor ini menghubungkan beberapa wilayah di bagian utara seperti Nebe-Talibura-Larantuka. Jembatan ini apabila selesai maka sangat menguntungkan warga di Kabupaten Sikka karena akan mudah akses ke berbagai daerah.

Kepala Dusun Nebe A, Antonius Amil Membeja menambahkan adanya jembatan ini akan memudahkan warga beraktivitas. Apalagi setiap musim hujan terjadi banjir sehingga aktivitas warhga terganggu.

"Pembangunan jembatan itu menjadi kerinduan warga yang sudah sekian tahun diperjuangkan. Tetapi saat ini kerinduan kami harus terhenti akibat mangkrak proyek itu," tandas dia.

Pembangunan jembatan dimulai Oktober 2019 dan hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan. Alat-alat berat sudah disingkirkan. Progres pengerjaan jembatan belum mencapai 75%.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Golkar, Fransiskus Siku Parera saat dihubungi mediaindonesia.com membenarkan mangkraknya jembatan tersebut. Dikatakan, beberapa kali dirinya telah menyampaikan hal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sikka melalui sidang DPRD Sikka.

baca juga: Sebanyak 14 Kecamatan Terdampak Banjir Konawe

Disebutkan Fransiskus, meskipun sempat di dendum sebanyak dua kali, proses pengerjaan jembatan yang bersumber dari Dana APBD II yang bernilai Rp1.264.143.000 tersebut belum diselesaikan.

"Seharusnya dengan adanya kelanjutan adendum waktu itu, kan harus maksimal bekerja sampai selesai. Sampai sekarang juga masih tertunda, jadi saya bisa katakan kontraktor itu, tidak terlalu cekatan untuk melakukan pekerjaan," ujarnya.

Ia berencana, akan mengajak Bupati Sikka ke lokasi jembatan Bangkoor untuk melihat langsung kondisi jembatan mangkrak tersebut. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya