Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Covid-19, Petani Pantai Bengkulu Tetap Produktif

Marliansyah
14/7/2020 12:35
Covid-19, Petani Pantai Bengkulu Tetap Produktif
Penyuluh Yossi Arianti di lahan 15 hektar dari Poktan Pinggir Payau di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan.(Istimewa)

ANDALKAN curah hujan dan air dari muara Sungai Bengkenang, bukan halangan bagi petani padi di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

Pengawalan dan pendampingan penyuluh dari BPP Manna, Yossi Arianti turut mendukung produktifitas kelompok tani Pinggir Payau mengembangkan usaha tani sawah padi di tepi pantai Bengkulu Selatan. Produktifitas 6,2 ton per hektar. Varietas Cigeulis dipilih sebagian besar petani lantaran cocok dengan kondisi lahan setempat.

"Kondisi lahan dengan pengairan terbatas, ternyata masih memberikan produktifitas 6,2 ton per hektar. Kalau pengairan atau curah hujan cukup bisa naik hingga 7,2 ton per hektar," kata Yossi Arianti, penyuluh di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan, Selasa (14/7).

Petani juga happy lantaran harga jual gabah kering panen (GKP) beras tergolong tinggi Rp4.800 kg. Hal itu mendorong Yossi tetap semangat mendampingi petani binaannya tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengaku semangatnya tetap terpicu meski sawah curah hujan di tepi pantai. Kendati begitu, kelompok tani binaannya, Poktan Pinggir Payau tetap semangat bekerja setelah menggelar panen 15 hektar, belum lama ini.

"Saat ini volume ketersediaan air di muara sungai terus berkurang menjelang musim kemarau," kata Yossi Arianti.

Penyuluh Pusat di Kementerian Pertanian RI, Lilik Winarti selaku pendamping penyuluhan pertanian Provinsi Bengkulu terus mendorong para penyuluh, termasuk Yossi Winarti tetap memotivasi petani binaan agar tetap produktif, dengan berbagai upaya agar petani tetap produktif.

Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penyuluh senantiasa menjaga ketahanan pangan melalui pendampingan.

"Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani.  Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir. Mulai tanam, lalu panen hingga jual," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi senantiasa mengingatkan penyuluh untuk mendampingi petani, seraya membuktikan pertanian tetap bekerja di tengah wabah virus Corona.

"Patuhi Protokol Kesehatan. Kenakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," kata Dedi Nursyamsi.

Sementara Kapusluh Leli Nuryati menyoroti dukungan penyuluh terhadap pengembangan pertanian dari hulu ke hilir seperti diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo, agar ke depan, petani mengembangkan korporasi petani.

"Mulailah dengan mengolah hasil panen. Jangan jual mentah. Misalnya panen padi, baiknya mengolah gabah menjadi beras lalu dikemas menarik sehingga petani mendapat nilai tambah. Hindari menjual gabah,' kata Leli Nuryati. (OL-13)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya