Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi warga terdampak bencana kekeringan pada 2020 sedikitnya 101.181 jiwa dan akan bertambah pada saat memasuki puncak musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Selasa (14/7), mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kecamatan untuk pendataan daerah rawan kekeringan saat kemarau.
"Adapun hasil pendataan hingga saat ini ada 17.436 Kepala Keluarga (KK) yang berpotensi terdampak kekeringan. Kalau jiwanya ada 101.181 orang,” kata Edy Basuki.
Menurut dia, jumlah ini masih bisa bertambah, terutama saat masuk puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada akhir Agustus hingga September. Selain itu, hingga sekarang baru enam kecamatan yang melaporkan data kekeringan.
"Kami masih tunggu kecamatan lainnya untuk melaporkan data terdampak kekeringan di wilayah masing-masing,” katanya.
Adapun kecamatan yang sudah melaporkan data kekeringan di antaranya Girisubo, Tepus, Rongkop, Saptosari, Paliyan dan Saptosari. “Nanti saat memasuki puncak kemarau, seperti Kecamatan Patuk, Gedangsari, Ngawen hingga Semin juga akan melaporkan dan meminta bantuan air bersih,” katanya.
Edy mengaku baru Kecamatan Semanu yang mengajukan bantuan dropping air bersih. Hanya saja, untuk pelaksanaan masih akan berkoordinasi dengan tim dari kecamatan di Gunung Kidul. Hal ini dilakukan untuk pembagian wilayah droping karena di kecamatan juga memiliki anggaran sehingga bantuan tidak tumpang tindih. "Kami koordinasikan dulu. Setelah semuanya jelas, baru bantuan disalurkan,” katanya.
Meski memiliki anggaran dropping, mulai tahun ini kecamatan tidak bisa melakukan penyaluran sendiri. Penyaluran diharuskan menggandeng pihak ketiga. “Kalau untuk BPBD tetap sama. Adapun alokasi untuk droping, sudah BPBD mendapatkan anggaran sekitar Rp700 juta,” katanya. (OL-12)
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Dinkes Kota Yogyakarta mengoptimalkan proses pemulihan kepesertaan Program PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.
SWISS-BELHOTEL Airport Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Wates, Kulon Progo, untuk memastikan ketersediaan stok darah di wilayah ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved