Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sempat dikagetkan terjadinya getaran gempa, Selasa (7/7) sekitar pukul 11.44 WIB.
Meskipun berlangsung hanya beberapa detik, tetapi warga yang sedang berada di dalam rumah memilih keluar karena khawatir gempa berlangsung cukup lama.
Seperti dialami Nia Kurniati, 39, warga Kampung Nangela, Kelurahan/Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Saat terjadi gempa, ia sedang berada di dalam rumah.
"Waktu itu kepala terasa pusing. Lampu di rumah sedikit bergoyang. Saya langsung lari ke luar rumah. Takut," kata Nia, Selasa (7/7).
Di luar rumah, kata Nia, tetangganya pun banyak yang berada di luar rumah saat terjadi gempa. Nia cukup lama berdiam di rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
"Lumayan besar sih getarannya, tapi tidak berlangsung lama," ungkapnya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 5,4 terjadi sekitar pukul 11.44 WIB. Lokasi gempa berada di 6.68 Lintang Selatan, 106.16 Bujur Timur (37 kilometer Tenggara Pandeglang-Banten) berkedalaman 84 kilometer.
Hal sama dirasakan Mahmudi, 55, warga Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Ia merasakan getaran cukup besar.
"Di Waluran getarannya cukup besar. Mudah-mudahan tidak ada yang terdampak," jelasnya.
Baca juga: Gempa Jepara-Banten, Lempeng Indo-Australia Generator Gempa Kuat
Pun di Pasar Cibadak, aktivitas pedagang dan pembeli sempat terhenti beberapa saat ketika terjadi getaran gempa. Mereka sempat berhamburan ke luar dari dalam pasar.
"Iya, tadi di dalam pasar sempat pada keluar. Tapi (getaran) hanya sebentar," kata Suhendi Soek, 53, pedagang daging sapi di Pasar Cibadak.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengatakan langsung berkoordinasi dengan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) di semua wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Sementara ini, kata Anita, dari laporan P2BK di lapangan, belum dilaporkan adanya fasilitas atau bangunan yang terdampak gempa bermagnitudo 5,4.
"Sampai sejauh ini BPBD belum menerima laporan (adanya dampak kerusakan) dari P2BK," kata Anita saat dihubungi Media Indonesia melalui telepon selulernya.
Hanya saja, lanjut Anita, getaran gempa bermagnitudo 5,4 dirasakan hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi. BPBD terus memantau perkembangan pascagempa tersebut.
"Kami punya alat Waring Receiver System bantuan dari BMKG untuk memantau gempa," pungkas Anita. (A-2)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved