Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN terhadap enam korban hilang musibah tenggelamnya Kapal Motor "Kasih 25" di Selat Pukuafu antara Pulau Timor dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur memasuki hari ke-3, Selasa (7/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Freezer mengatakan pencarian mulai difokuskan ke pesisir pulau antara lain pesisir selatan Pulau Timor dan pesisir Pulau Semau. Dua Lokasi itu berdekatan dengan tempat kejadian.
"Hari ketiga kita bagi lebih banyak ke pesisir antara Bolok (Kupang Barat) dengan lokasi kejadian dan Pantai Otan di Semau," kata Emi melalui sambungan telepon.
Pencarian hari ketiga melibatkan unsur dari Kantor SAR Kupang yakni Kapal SAR Antareja 233 yang mengangkut 12 kru, kapal nelayan dan keluarga korban, sedangkan di Pulau Rote, pencarian dilakukan oleh TNI Angkatan Laut dan Polairud.
KM Kasih 25 merupakan kapal nelayan yang diketahui mengangkut penumpang dari Tablolong di Kecamatan Kupang Barat, wilayah di pesisir selatan Pulau Timor tujuan Rote Timur pada Minggu (6/7). Kapal tenggelam karena diterjang gelombang tinggi dan angin kencang.
baca juga: Tujuh Korban Kapal Tenggelam di NTT Belum Ditemukan
Data sementara menyebutkan jumlah penumpang 28 orang. Dari jumlah itu, enam orang hilang, 19 orang selamat karena ditolong nelayan, dan tiga orang meninggal adalah anak-anak. Dua korban meninggal ditemukan terlilit tali pukat di kapal, sedangkan satu korban lagi adalah bayi berusia 11 bulan. Bayi tersebut sempat selamat, namun meninggal dalam perawatan di puskemas di Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. (OL-3)
SEKITAR satu jam kru KM Samudera berjuang menyelamatkan kapal mereka setelah kebocoran di lambung kanan saat berlayar di perairan Bintan, Senin (2/2) sore.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
OPERASI SAR terhadap satu WNA Spanyol, korban tenggelamnya KM Putri Sakinah resmi ditutup, Jumat (9/1) pukul 15.00 Wita.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah resmi ditutup pada Jumat, (9/1).
ARUS laut kencang di perairan Laut Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menyurutkan langkah Tim SAR Gabungan dalam melanjutkan pencarian satu Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol.
KEDUTAAN Besar Spanyol di Jakarta kembali mengajukan permohonan perpanjangan operasi pencarian terhadap satu korban yang masih hilang dalam insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved