Kamis 02 Juli 2020, 12:25 WIB

Tokoh Muda MBD Buka Skandal Korupsi KMP Marsela

Muhamad Fauzi | Nusantara
Tokoh Muda MBD Buka Skandal Korupsi KMP Marsela

Istimewa
Kapal Motor Penumpang (KMP) Marsela sejak 2016 tidak beroperasi.

 

BERLARUT larutnya penanganan proses hukum dugaan korupsi KMP Marsela membuat tokoh muda Maluku Barat Daya (MBD) Kim Markus geram. Apalagi setelah kasus tersebut dilaporkan ke Kejati Maluku, belum juga menyentuh tokoh utama dibalik kasus ini.

KMP Ferry Masela merupakan aset milik daerah yang dikelola oleh Badan Umum Milik Daerah (BUMD) PT Kalwedo. Beroperasional sejak 2012 hingga pertengahan 2016, namun sejak 2016 hingga sekarang tidak berjalan lagi. Pertanggungjawaban masalah ini belum jelas, sementara ada dana penyertaan pemkab Rp10 miliar dan pemerintah pusat memberikan Rp6 miliar untuk subsidi.

"Saya yakin, kasus ini terbengkalai karena menyeret Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benjamin Thomas Noach (BTN). Kami harap penegakhukum tidak pilih kasih," ujar Kim Markus, dalam keterangannya, Kamis (2/7)

Dirinya mengaku, bukti dan fakta yang menguatkan keterlibatan BTN dalam kasus dugaan korupsi KMP Marsela sudah dibeberkan di publik melalui media sosial. Salah satunya bukti percakapan Whatshap (WA) BTN untuk mencabut laporan pemalsuan tanda tangan milik nakhoda KMP Marsela, Thomas Resya Ferdinando Nivaan.

"Sengaja saya viralkan di medsos agar penegak hukum tahu dan memanggil saya sebagai saksi atau BTN sendiri melaporkan saya dan kita bisa buka-bukaan korupsi ini," ujar Kim.

Bukti percakapan WA tersebut kini menjadi konsumsi netizen di dunia Maya melalui postingan akun Facebook Kim Markus belum lama ini.

Bukan saja itu, tokoh muda asal kabupaten MBD ini juga membongkar upaya suap yang dilakukan BTN untuk meloloskan dirinya dari jeratan hukum atas kasus KMP Marsela.

Bukti koper berwarna merah yang diduga berisi uang suap di tunjukan ke publik. Dalam statusnya, Kim Markus menulis “bukan tas ini, tas yang pertama itu warna hijau. Om Aimud posisi? tolong kasih tahu si tele. Salam kompak selalu. Kalwedo,”.

Hingga saat ini, BTN memilih menghindar, lantaran takut nyanyian Kim Markus akan membuat masyarakat MBD akan menarik dukungan politik kepada dirinya, (BTN-red) yang juga calon incumbet pada Pilkada kabupaten MBD, 9 Desember 2020.

"Saya siap kalau diminta atau dipanggil aparat penegak hukum untuk bersaksi atas kasus dugaan korupsi KMP Marsela yang menyeret Benjamin Thomas Noach," ujarnya.

Ketika diminta pendapatannya terkait sikap diam BTN, Kim Markus mengatakan, BTN memilih diam karena ketakutan. Kalau BTN merasa saya melakukan fitnah, sudah pasti dia (BTN) akan menempuh jalur hukum. (OL-13)

Baca Juga

MI/Ardi Teristi

Relokasi PKL Malioboro Jalan Terus

👤Ardi Teristi 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:41 WIB
SEKDA DIY, Kadarmanta Baskara Aji menegaskan relokasi PKL Malioboro tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, pihaknya tidak masalah...
DOK MI

Kota Cirebon Siaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:34 WIB
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat memintah rumah sakit-rumah sakit bersiap menghadapi peningkatan kasus...
ANTARA

Pembebasan Lahan Flyover Aloha Ditarget Tuntas 2022

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:27 WIB
Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur terus berupaya mendorong percepatan pembangunan flyover Aloha. Salah satunya dengan menuntaskan pembebasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya