Senin 29 Juni 2020, 06:37 WIB

New Normal, Pendapatan Perajin Kayu di Lebak Meningkat

Antara | Nusantara
New Normal, Pendapatan Perajin Kayu di Lebak Meningkat

ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Perajin membuat kursi dengan bahan kayu aloy di Jalan Sisingamangaraja, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (20/4/2020).

 

SUDAH dua pekan terakhir ini, sejak diberlakukannya era kenormalan baru (new normal), perajin kayu di Kabupaten Lebak, Banten, mendapat peningkatan pendapatan.

"Kami berharap permintaan pasar meningkat," kata Rapi, 50, perajin kayu warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Minggu (28/6).

Peningkatan pendapatan omzet tersebut mencapai Rp20 juta, dari sebelumnya hanya Rp3 juta per dua pekan akibat adanya pemeriksaan covid-19 di perbatasan. Sejak kenormalan baru diberlakukan, pemeriksaan covid-19 sudah tidak ada dan memberikan dampak pada penjualan.

Konsumen banyak datang dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dengan membeli produk kayu, seperti kursi, meja dan tempat tidur.
  
"Kami menjual produk kerajinan kayu mulai Rp1,2 juta sampai Rp5 juta per set," ujarnya.

Menurut dia, produk kerajinan kursi, meja dan tempat tidur itu menggunakan bahan baku kayu jati dan mahoni yang didatangkan dari Jawa Tengah. Sebab, kedua jenis kayu tersebut dinilai lebih kuat sehingga banyak konsumen membeli untuk perabotan rumah tangga.

Baca juga: Perajin Kecapi Tingang Turut Terdampak Covid-19

Meningkatnya permintaan pasar diharapkan para perajin kayu di Kabupaten Lebak kembali bangkit, sehingga menyumbangkan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan.

"Kami kini memperkerjakan kembali sebanyak delapan orang setelah meningkatnya omzet itu," tuturnya.

Begitu juga perajin kayu lainnya, Udin, 60, warga Rangkasbitung mengaku selama dua pekan ini mendapat pesanan sebanyak enam set kursi, padahal sebelumnya tak ada permintaan konsumen. Karena itu, empat karyawannya pun  terpaksa dirumahkan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) covid-19.

"Kami berharap usaha ini kembali normal dan bisa memperkerjakan kembali karyawan," ucapnya.

Kepala Bidang Industri Kecil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Saepudin mengatakan saat ini jumlah perajin kayu di daerah cukup banyak hingga di atas 30 orang dengan menyerap tenaga kerja di atas 230 orang.

Pemerintah daerah mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan serta memberikan bantuan peralatan kepada perajin kayu.

"Kami minta pengrajin kayu terus meningkatkan kualitas sehingga bisa ekspor, seperti kerajinan bambu hingga menembus pasar Eropa," ucap Saepudin.(OL-5)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

DOK MI

Ribuan UMKM Tumbuh Di Lamongan Selama Pandemi Covid-19

👤M Yakub 🕔Jumat 30 September 2022, 22:28 WIB
PEMKAB Lamongan, Jawa Timur menyatakan sebanyak 3.015 pengusaha di wilayahnya memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Sistem Online...
Dok. KEIND

Menkominfo, Menparekraf, dan Gubernur Jateng akan Hadir di Rakernas Perdana KEIND di Solo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 22:02 WIB
Rapat Kerja yang juga dibarengi dengan acara Entrepreneur Summit ini telah mengundang lebih dari 3.000 UMKM dari seluruh Indonesia yang...
DOK Pribadi.

Rumah Pejuang Kanker Peroleh Bantuan Sicepat dan Indonesia Bisa

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 22:00 WIB
Rumah Pejuang Kanker Ambu yang berdiri sejak 2009 terus berkembang sehingga kini yayasan itu memiliki empat rumah kanker di Jalan Bijaksana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya