Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBARAN Covid-19 (Corona Virus Disease-19) di Provinsi Aceh, masih sulit terbendung. Hal ini tampak dari jumlah kasus positif virus mematikan itu terus bertambah dan telah menimbulkan klaster lokal dalam dua pekan terakhir.
Dari penelusuran mediaIndonesia.com, hingga Selasa (23/6) sejak awal Maret 2020 ditemukan kasus ini di Aceh, jumlah korban dinyatakan positif mencapai 50 orang. Bahkan pada dua pekan terakhir angkanya melonjak tajam.
Misalnya, pada Minggu, 15 Juni 2020 atau dua pekan lalu kasus Covid-19 di kawasan provinsi paling barat Indonesia ini masih berkutat pada angka 22 orang. Tapi pada awal pekan lalu naik signifikan menjadi 27 orang.
Kemudian pada akhir pekan ini atau Minggu (21/6), naik lagi menjadi 49 orang. Belum berselang satu hari, yakni pada Senin (22/6) sudah tembus angka 50 orang posotif. Kasus terakhir ditemukan adalah berinisial RI, 39,warga Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
RI awalnya mengetahui posif dari hasil rapid test massal yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Banda Aceh di beberapa titik, pada 18 Juni. Untuk lebih akurat RI langsung datang ke Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) untuk pengambilan lendir atau swab. Ternyata setelah pemeriksaan laboratorium RI benar posif Covid-19.
"Hasilnya keluar Senin (22/6) sore, ternyata positif Covid-19" kata Dokter Azharuddin, Direktur RSUZA. Jadi jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh sejak Bulan Maret hingga 22 Juni 2020, sudah genap 50 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 kasus masih sedang dalam perawatan medis di rumah sakit Zainoel Abidin Banda Aceh dan rumah sakit rujukan lainnya. Kemudian 20 orang dinyatakan sudah sembuh dan 2 lagi telah meninggal dunia. Mereka yang meningal dunia masing-masing pada tanggal 23 Maret satu orang dan satu lagi pada 27 Mei 2020.
"Yang diisolasi di rumah sakit saat ini umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diuji swab secara berkala hingga hasilnya negatif berturut-turut dua kali" tutur Ssifullah Abdulgani, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Aceh.
Lebih parah lagi beberapa kasus yang ditemukan dua pekan terakhir adalah hanya dari beberapa keluarga saja atau sanak familinya. Mereka terpusat dari satu keluarga di Kota Lhokseumawe, satu keluarga di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dan satu keluarga lainnya ditemukan di Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh.
Sesuai Informasi diperoleh Media Indonesia, kasus terinfeksi satu keluarga di Aceh Utara dan Lhokseumawe diduga berasan dari seorang anggota keluarga mereka yang baru pulang dari Medan, Sumatera Utara. Berikutnya korban yang ditemukan di Banda Aceh juga ditenggarai dari anggota keluarganya yang datang berkunjung dari Sumatera Utara.
Dengan ditemukan beberapa kasus baru dua pekan terakhir, disimpulkan telah timbul klaster lokal Covid-19 di Aceh. Karena itu warga diharap selalu waspada dan tetap mematuhi protokoler kesehatan Covid-19. (OL-13)
Baca Juga: Korsel Konfirmasi 17 Kasus Infeksi Baru Covid-19
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved