Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Bangka Belitung (UBB) memberikan relaksasi atau keringanan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membayar uang kuliah tunggal (UKT) selama masa pandemi covid-19.
Rektor Universitas Bangka Belitung (Babel, Ibrahim mengatakan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan pembayaran UKT diberikan opsi registrasi ulang untuk semester ganji.
‘’Regestrasi ulang dengan angsuran sebanyak 3 kali, angsuran pertama 25 persen, 50 persen bulan oktober, dan 25 persen di bulan november, tetapi mahasiwa harus mengisi surat pernyataan kesanggupan angsuran pada saat regestrasi ulang di AUK fakultas, " kata Ibrahim. Minggu (14/6).
Kemudian kedua lanjutnya Regestrasi ulang, pembayaran ditunda sampai maksimal sebelum pelaksanaan UTS dengan menyampaikan surat pernyataan penundaan pembayaran.
Baca juga :Pasar Kranggan di Yogyakarta Ditutup Tiga Hari
"Ketiga regestrasi ulang dengan mengajukan permohonan penurunan UKT sementara bagi mahasiwa yang orang tua/walinya terdampak covid-19, dengan kriteria diberhentikan dari kerja atau menurunya penghasilan orang tua, tentunya dengan persyaratan dan ketentuan yang sudah di tetapkan,"ujarnya.
Universitas menurut Ibrahim akan melakukan telaah dan verifikasi atas permohonan tersebut, apabila disetujui pengurangan UKT, akan diterbitkan SK besaran pengurangan UKT yang berlaku sementara selama pandemi covid-19 dan pembayaran sisa pengurangan dilakukan selambat-lambatnya sebelum pelaksanaan UTS berlangsung.
"Kita berharap dengan adanya rekalasai atau kemudahan bagi mahasiswa ini dapat di manfaatkan para mahasiswa khususnya bagi mahasiswa yang terdampak covid-19,"ungkap dia.(OL-2)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved