Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kasus positif virus korona atau covid-19 terus meningkat, Pemerintah Kota Ternate atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mengizinkan masyarakat menggelar acara resepsi pernikahan.
Kebijakan memperbolehkan melaksanakan resepsi menyusul Pemerintah Kota Ternate menerapkan relaksasi alias new normal atau kenormalan baru.
Kepala Operasional Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate Muhammad Arif Gani mengatakan meski pemerintah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan mengizinkan atau memperbolehkan masyarakat menggelar acara resepsi tapi bersifat terbatas, dilakukan di dalam ruangan atau gedung saja.
"Masyarakat diperbolehkan menggelar resepsi di tengah pandemi ini dengan syarat acaranya dilakukan di dalam ruangan dengan peserta undangan dibatasi," ungkap Arif kepada wartawan, Jumat (12/6).
Baca juga: Nakes di RSUD Chasan Boesoirie Ternate Positif Covid-19.
Lanjut Arif, perizinan acara resepsi ini hanya untuk di dalam ruangan, kalau di luar ruangan gugus tugas belum berani mengizinkan sebab kegiatan outdoor lebih sulit diawasi.
"Kalau outdoor, kami belum memberikan izin pasalnya kalau dalam ruangan kami bisa awasi karena orang yang datang terbatas. Tapi kalau di luar ruangan potensi kerumunan akan terjadi," ujar mantan Kadis Disperindag Kota Ternate itu
Arif menambahkan, jika masyarakat yang melaksanakan acara seperti di dalam gedung harus menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan menggunakan masker serta jaga jarak.
"Jadi kalau mau bikin acara harus sesuai protap kesehatan yang telah ditetapkan," tegasnya.
Sementara itu, kebijakan Pemerintah Kota Ternate itu menuai pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat sebab Kota Ternate merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Maluku Utara yang paling banyak meyumbangkan kasus positif dan kematian akibat covid-19.
Sebelumnya, acara resepsi dilarang dan pengantin hanya boleh menggelar akad nikah.(OL-5)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Kapal pesiar yang berbasis di Amerika itu membawa sebanyak 100 wisatawan mancanegara yang sebagian dari mereka berkunjung ke sejumlah tempat wisata sejarah di Kota Ternate.
Kegiatan itu terdiri dari kategori pelajar, umum, dan TNI-Polri, diikuti 318 peserta dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara dan HUT ke-80 TNI.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyelenggarakan bakti sosial yang diikuti 402 peserta.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Maluku Utara sejak Selasa (7/10) menghambat arus penyeberangan, menyebabkan penumpukan kendaraan dan keterlambatan distribusi logistik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved