Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara memastikan tidak ada penaikan tarif pelanggan rumah tangga yang banyak dianggap menjadi penyebab terjadinya lonjakan tagihan listrik pada Juni. Hal itu diungkapkan Chairuddin, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut
"Tidak ada kenaikan tarif. Yang terjadi adalah pemakaiannya yang naik sehingga terjadi lonjakan tagihan," ujarnya, Rabu (10/6).
Dia menjelaskan, mulai Maret 2020, pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sesuai anjuran Pemerintah untuk menerapkan social distancing, physical distancing dan work from home (WFH) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dampaknya, masyarakat yang biasanya menggunakan peralatan listrik di rumah hanya beberapa jam setiap hari, dengan kondisi itu menjadi lebih banyak menggunakan listrik karena menghabiskan lebih banyak waktu berada di rumah, terutama pada pemakaian Maret.
Namun tagihan listrik untuk April tidak mengalami peningkatan karena penghitungan tagihan berdasarkan pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya. PLN menjalankan instruksi Pemerintah agar melakukan pembacaan meteran listrik berdasarkan hitungan rata-rata tiga bulan sebelumnya untuk tagihan April. Kebijakan Pemerintah itu untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Kondisi yang sama masih berlangsung untuk tagihan bulan Mei. Tidak ada kenaikan tagihan karena pemakaian masih dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian. Namun kondisinya berbeda untuk tagihan Juni.
"Ini (lonjakan tagihan) merupakan akumulasi dari pemakaian listrik yang sebelumnya, yang mana tagihan-tagihan sebelumnya dihitung berdasarkan pemakaian rata-rata," jelasnya. (R-1)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved